Minta Erick Tohir Bertanggung Jawab Kasus Oplosan Minyak Pertamina Oleh Patra Niaga, Akbar Faisal: Kalian Tak Cakap 

Minta Erick Tohir Bertanggung Jawab Kasus Oplosan Minyak Pertamina Oleh Patra Niaga, Akbar Faisal: Kalian Tak Cakap 

- Author

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Mantan Politikus Partai Hanura, Akbar Faisal, ikut menanggapi terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk pada PT Pertamina, subholding, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.

Menurutnya, selain jumlahnya yang sangat fantastis, niat dan cara tersangka merugikan negara dan rakyat pun sangat kejam.

Akbar Faisal pun meminta kepada Menteri BUMN, Erick Tohir, agar kasus oplosan minyak pertamina oleh BUMN Patra Niaga ini tidak boleh di respon dengan secukupnya saja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Erick Tohir, kasus oplosan minyak Pertamina oleh BUMN Patra Niaga ini tak boleh di respon secukupnya saja. Selain soal jumlahnya yang naudzubillah, niat dan cara mrk merugikan negara dan rakyat sangat kejam.” Ucap Akbar Faisal, dikutip dari unggahan akun X miliknya, Rabu (26/02/2025).

Ia pun menilai, seharusnya Erick Tohir bertanggung jawab sebagai menteri yang menunjuk para tersangka menjadi pengendali Patra Niaga, dan juga punya solusi untuk menghadapi situasi ini.

“Saya rasa anda juga harus bertanggung jawab sebagai menteri yang menunjuk mereka sebagai pengendali Patra Niaga. Kalian pasti punya cara hadapi situasi ini.Tapi kami, para rakyat ini juga berhasil belajar dgn cepat cara memahami kalian bahwa ‘Kalian Tak Cakap’.”  Sambungnya.

Baca Juga :  PSSI Resmi Umumkan 27 Pemain Untuk Lawan Australia dan Bahrain, Berikut Daftar Pemain

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menahan tujuh tersangka kasus dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak dan Produk pada PT Pertamina, Sub Holding, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018 – 2023, Senin (24/02/2025).

Ketujuh tersangka yang telah ditahan terdiri dari empat pegawai pertamina dan tiga pihak swasta.

Mereka adalah Riva Siahaan (RS) selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Lalu, SDS selaku Direktur Feed stock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, berikutnya, YF selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, dan AP selaku VP Feed stock Management PT Kilang Pertamina International.

Pada pihak swasta, diantaranya adalah MKAN selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, ⁠DW selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, dan ⁠YRJ selaku Komisaris PT Jenggala Maritim yang sekaligus Dirut PT Orbit Terminal Mera.

Berita Terkait

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin
Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian
Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin

Jumat, 11 September 2026 - 12:22 WIB

Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Berita Terbaru