Migrant Watch Nilai 100 Hari Kerja Menteri KP2MI Belum Produktif

Migrant Watch Nilai 100 Hari Kerja Menteri KP2MI Belum Produktif

- Author

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eskekutif Migrant Watch Azni Tan

Direktur Eskekutif Migrant Watch Azni Tan

JEJAKNARASI.ID,JAKARTA – Pada 100 hari masa kerja Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), kinerja lembaga ini menjadi sorotan Migrant Watch.

Dalam rilisnya, Migrant Watch menilai bahwa 100 hari masa kerja Menteri KP2MI Abdul Kadir Karding belum menunjukkan hasil yang produktif. Tiga sektor yang menjadi fokus pengamatan adalah penempatan, perlindungan, dan penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah.

“Selama 100 hari masa kerja Menteri KP2MI beserta dua menterinya, belum ada produktivitas yang signifikan. Dari empat sektor yang menjadi perhatian kami—penempatan, perlindungan, dan penanganan masalah PMI serta revisi undang-undang—kami memprediksi tidak akan ada lompatan besar dalam dunia ketenagakerjaan migran ke depannya,” kata Direktur Eksekutif Migrant Watch Aznil Tan kepada  awak media di Jakarta (24/01/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dalam sektor penempatan, pergerakan penempatan PMI masih stagnan.

“Penempatan PMI tidak menunjukkan pergerakan berarti, seperti meningkatnya jumlah job order yang masuk ke Indonesia atau pelaksanaan MoU dengan berbagai negara. Seharusnya, transformasi BP2MI menjadi Kementerian dapat mendorong aktivitas penempatan yang sangat tinggi, namun kenyataannya ini tidak terjadi dan masih sangat normatif. Tanpa adanya KP2MI, angka ini sebenarnya bisa bergerak sendiri,” ujarnya.

Aznil juga menilai sektor perlindungan PMI masih menggunakan pola lama dan belum ada perubahan signifikan dalam pelayanan publik yang memudahkan dan melindungi PMI.

Baca Juga :  Tak Terima IKN Disebut Proyek Pribadi Presiden, Jokowi : IKN Ini Hasil Aspirasi Rakyat Melalui DPR RI

“Pelindungan PMI itu bukan penindakan, tetapi bagaimana PMI berangkat dipermudah dan terlindungi. Kami tidak melihat perubahan sistem pelayanan yang signifikan, bagaimana PMI bisa berangkat legal secara keimigrasian. Bagaimana PMI dapat terhindar dari penipuan, overcharging, dan dapat mengakses pembiayaan dengan lebih mudah,” jelasnya.

Lebih lanjut Aznil Tan menilai KP2MI masih terbatas kinerjanya dalam penanganan PMI bermasalah.

“Banyak PMI bermasalah di luar negeri, baik PMI kabur, over contract, dan PMI bermasalah keimigrasiannya belum mendapat penanganan khusus. Demikian juga berbagai kasus ketenagakerjaan antara PMI dengan majikan tidak ada penanganannya. Apalagi PMI tersandung hukum penjara, penanganannya masih belum progresif,” jelasnya lebih lanjut.

Migrant Watch menyimpulkan bahwa selama 100 hari masa kerja KP2MI yang telah bertransformasi dari BP2MI, kinerjanya diperkirakan akan berjalan stagnan dan lamban.

“Secara keseluruhan, tidak ada tanda-tanda perubahan berarti dalam 100 hari masa kerja KP2MI. Penanganan masalah pekerja migran Indonesia masih jauh dari harapan. Target penempatan 500 ribu PMI per tahun sebagai upaya perluasan lapangan pekerjaan tidak ada potensi bisa tercapai. Belum lagi pekerjaan rumah lainnya, seperti revisi Undang-Undang No. 18 Tahun 2017, yang sepertinya akan berjalan lambat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Hari Ini 5 November 2026, Cek Antam, UBS dan Galeri24

Kamis, 5 Nov 2026 - 01:08 WIB