APBN Nyungsep, Hutang Negara Warisan Jokowi Tembus Hampir 6000 Trilliun.

APBN Nyungsep, Hutang Negara Warisan Jokowi Tembus Hampir 6000 Trilliun.

- Author

Rabu, 16 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. 10 tahun masa kepemimpinan Presiden Jokowi, hutang negara melonjak sebesar hampir 6000 trilliun atau bertambah 224%. Dan bunga hutang pun melesat hingga lebih dari 200%.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan nominal utang pemerintah pusat per Juni 2024 menembus Rp 8.444,87 triliun atau setara dengan 39,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai tersebut bertambah dibandingkan akhir September 2014 atau sebelum Jokowi menjabat.

Sebagai catatan, Jokowi memimpin Indonesia sejak 20 Oktober 2014. Posisi hutang pemerintah pada September 2014 atau sebelum Jokowi memimpin tercatat Rp 2.601,72 triliun atau setara dengan 26,5% dari PDB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, hutang pemerintah sudah bertambah Rp 5.843,15 triliun atau melesat 225% selama Jokowi memimpin Indonesia.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan selama era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di mana utang Indonesia bertambah sekitar Rp 1.300 triliun.

Baca Juga :  Indonesia Perkuat Kolaborasi Ekonomi dengan Pakistan di Trade Expo Indonesia 2025

Lonjakan hutang terbesar terjadi pada 2020 yakni bertambah Rp 1.383 triliun. Lonjakan terjadi setelah dunia dan Indonesia dihantam pandemi Covid-19.

Aktivitas ekonomi yang lumpuh hingga resesi membuat pemerintah mau tak mau menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai tulang punggung pertumbuhan.

Tanpa aktivitas ekonomi, pendapatan pajakpun jatuh sehingga hutang menjadi solusi untuk membiayai belanja, memitigasi dampak pandemi hingga menggerakan ekonomi.

Namun, hutang yang menumpuk di era Jokowi tidak hanya dipicu pandemi tetapi karena belanja pemerintah yang juga agresif, yang katanya untuk membangun infrastruktur hingga subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebagai catatan, pemerintah menghabiskan anggaran sebesar Rp 551 triliun hanya untuk subsidi energi dan kompensasinya pada 2022. (/JS)

Berita Terkait

Banyak UMKM Pakai AI untuk Bikin Konten, Tapi Kenapa Bisnis Merek Tetap Sepi?
HUT ke-81 KAI, 18 KA dari Daop 2 Bandung Hadirkan Tarif Spesial
Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre
Dorong Kebiasaan Menabung Generasi Muda, Bank Raya Raih Penghargaan
Wujudkan Impian Punya Mobil Baru di Akhir September, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33%
INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus
Mandiri Taspen Gelar MoU dengan PT KIW, Perluas Mitra Kolaborasi Korporasi
Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:35 WIB

Banyak UMKM Pakai AI untuk Bikin Konten, Tapi Kenapa Bisnis Merek Tetap Sepi?

Senin, 28 September 2026 - 08:37 WIB

HUT ke-81 KAI, 18 KA dari Daop 2 Bandung Hadirkan Tarif Spesial

Sabtu, 26 September 2026 - 19:25 WIB

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre

Sabtu, 26 September 2026 - 14:07 WIB

Dorong Kebiasaan Menabung Generasi Muda, Bank Raya Raih Penghargaan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:00 WIB

Wujudkan Impian Punya Mobil Baru di Akhir September, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33%

Berita Terbaru