Soal Pengunduran Diri Secara Massal, Gus Ipul Sebut Tidak Ganggu Operasional Sekolah Rakyat

Soal Pengunduran Diri Secara Massal, Gus Ipul Sebut Tidak Ganggu Operasional Sekolah Rakyat

- Author

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf  saat memberikan keterangn kepada wartawan (Foto : Eki Baehaki)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat memberikan keterangn kepada wartawan (Foto : Eki Baehaki)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa soal ratusan guru Sekolah Rakyat secara resmi mereka mengundurkan diri melalui aplikasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Ia mengatakan sebab para guru Sekolah Rakyat tersebut, sudah dinyatakan diterima namun tidak hadir di sekolah, jumlah guru yang tidak memenuhi panggilan mencapai 9,7% dari total 1.469 guru yang diterima. 

Selain itu Mensos Gus Ipul, juga telah memastikan bahwa guru yang mengundurkan diri secara massal itu, tak akan mengganggu operasional Sekolah Rakyat. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Sejumlah yang sama yaitu 143  juga telah diterima sebagai pengganti mereka yang mundur, semua telah diatur dan melalui mekanisme pegawaian yang telah ditentukan,”  ujar Menteri yang kerap disapa Gus Ipul saat konferensi pers di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Kamis 31 Juli 2025.

Menurut Mensos Gus Ipul, alasan guru pengunduran diri disebabkan oleh beberapa faktor utama, salah satunya adalah penempatan lokasi, para guru ditempatkan di Sekolah Rakyat yang jauh dari domisili asal. 

“Ditempatkan yang jauh dari domisilinya karena terdapat mekanisme optimalisasi penempatan oleh BKN,” kata Gus Ipul. 

Baca Juga :  Kemensos Bakal Luncurkan Bansos Digital, Banyuwangi Jadi Pilot Project Nasional

“Ini terjadi jika formasi guru mata pelajaran tertentu di daerah tersebut kosong, maka akan diambilkan dari calon guru pada mata pelajaran yang sama dari daerah terdekat,” sembung Mensos Gus Ipul. 

Sebagian besar guru yang mengundurkan diri berasal dari dua titik Sekolah Rakyat yang belum beroperasi. Gus Ipul menekankan bahwa situasi ini tidak akan mengganggu proses matrikulasi dan belajar mengajar.

Gus Ipul menyampaikan, terkait jadwal operasional Sekolah Rakyat bahwa saat ini program Sekolah Rakyat sedang dalam proses perbaikan sarana dan prasarana.

 “Di bulan Agustus ini akan beroperasi 37 titik Sekolah Rakyat, setelah sebelumnya di Juli ada 63 titik,” katanya.

Berikut jadwal operasional Sekolah Rakyat di bulan Agustus:

1 Agustus: Kabupaten Lebak, Kabupaten Ponorogo, dan Kota Pasuruan.

5 Agustus: Kabupaten Sumedang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo.

15 Agustus: 29 titik lainnya.

Mensos Gus Ipul, berharap seluruh titik Sekolah Rakyat dapat beroperasi sepenuhnya pada tanggal 15 Agustus setelah renovasi sarana dan prasarana selesai. (eki)

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB