Politisi PKB Kritisi Pembangunan Masjid Megah Tidak Memiliki Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas

Politisi PKB Kritisi Pembangunan Masjid Megah Tidak Memiliki Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas

- Author

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanuhalq (Tengah) dalam acara Halaqoh Kebangsaan bertema

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanuhalq (Tengah) dalam acara Halaqoh Kebangsaan bertema "Masjid Ramah Disabilitas dan Pemberdayaan Umat". (Foto : Ist)

JEJAKNARASI.ID – JAKARTA – Para tokoh keagamaan, peneliti, dan pegiat hak disabilitas menyoroti minimnya anggaran negara dan lemahnya komitmen Dewan Masjid serta Kementerian terkait dalam mewujudkan masjid yang ramah disabilitas.

Kritik ini mengemuka dalam Halaqoh Kebangsaan bertema “Masjid Ramah Disabilitas dan Pemberdayaan Umat” yang digelar di Kantor P3M (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Masyarakat), Cililitan Kecil, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (18/5/2025).

KH Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI, menegaskan, selama ini isu disabilitas belum menjadi arus utama dalam kebijakan pembangunan masjid. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Negara belum serius untuk memberikan dukungan dan keberpihakan terhadap kaum disabilitas. Masjid dibangun megah, tapi tidak bisa diakses oleh difabel. Ini diskriminasi struktural yang dibungkus kesalehan simbolik,” tegasnya.

Sementara itu, Fatimah Asri Mutmainnah dari Komisi Nasional Disabilitas menambahkan, hingga kini belum ada peta jalan nasional yang jelas untuk memastikan seluruh masjid baik yang dikelola pemerintah maupun swadaya masyarakat yang memenuhi standar aksesibilitas.

“Kementerian Agama dan DMI seharusnya punya indikator teknis dan pendanaan afirmatif. Tapi faktanya, anggaran untuk masjid ramah disabilitas hampir tidak terdengar,” ujar Fatimah.

Rahmat Hidayat dari Dewan Masjid Indonesia mengakui perlunya reformasi dalam tata kelola masjid, namun juga menekankan keterbatasan dukungan struktural.

Baca Juga :  PTPN IV PalmCo Siap Layani 900 Pemudik Gratis di Sumatera dan Kalimantan

 “Kesadaran di kalangan takmir memang tumbuh, tapi tanpa dukungan regulasi dan anggaran, ini hanya jadi wacana,” katanya.

Terakhir, peneliti P3M Badrus Samsul Fata mengkritik bahwa banyak program keagamaan negara masih bersifat seremonial dan tidak menyentuh akar persoalan sosial. Padahal publik butuh masjid yang membumi.

Masjid yang bukan hanya tempat ibadah, tapi juga alat perjuangan sosial yang berpihak pada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said yang menyambut baik dorongan berbagai pihak terhadap inklusivitas masjid. Ia menyampaikan bahwa Kemenag membuka ruang kolaborasi untuk menyusun panduan dan langkah strategis menuju masjid yang ramah bagi penyandang disabilitas. 

Halaqoh ini merumuskan sejumlah rekomendasi, antara lain alokasi anggaran khusus untuk renovasi dan pembangunan masjid ramah disabilitas; pelatihan takmir tentang layanan keagamaan inklusif; serta kolaborasi lintas sektor dalam audit aksesibilitas masjid di seluruh Indonesia.

Acara ini menegaskan bahwa membangun masjid ramah disabilitas bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keberpihakan, keadilan, dan kemanusiaan.**

Berita Terkait

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre
Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional
Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor
KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas
Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan
Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal
Kementerian UMKM Fasilitasi 25 Usaha Mikro Terdampak Bencana Aceh Tembus Pasar Modern
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III Salurkan BPJSK bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:25 WIB

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre

Jumat, 25 September 2026 - 11:15 WIB

Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 11:55 WIB

Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 08:22 WIB

KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas

Kamis, 24 September 2026 - 07:08 WIB

Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan

Berita Terbaru