GMNI Trisakti Ikut Andil Dalam Aksi Demo Perkara Tambang Kampus dan Kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram

GMNI Trisakti Ikut Andil Dalam Aksi Demo Perkara Tambang Kampus dan Kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram

- Author

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GMNI Trisakti Sampaikan Orasi di Depan Gedung ESDM (Foto : Jejaknarasi.id

Ketua GMNI Trisakti Sampaikan Orasi di Depan Gedung ESDM (Foto : Jejaknarasi.id

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Front Pengadilan Rakyat, turun ke jalan menyuarakan aksi di depan kantor Kementerian ESDM jalan Merdeka Selatan, Gambir Jakarta Pusat, Kamis (06/02/2025).

Aliansi mahasiswa yang terdiri dari beberapa organisasi di antaranya: GMNI Jakarta Selatan, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI Jakarta Pusat, GMNI Jakarta Timur, GMNI Jakarta Barat dan GMNI Kota Tangerang Selatan menuntut pemerintah segera copot Bahlil dari kursi menteri ESDM yang membuat Kebijakan memperparah ekonomi rakyat dan mereka pun menolak IUP Kampus.

Dalam pernyataannya, mereka berpandangan situasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia semakin memperparah penderitaan rakyat. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi, pengangguran meningkat, dan ketimpangan sosial semakin melebar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kondisi ini, mereka pun menilai pemerintah justru mengesampingkan kepentingan rakyat dengan melanjutkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merugikan, seperti pemagaran laut di PIK 2, kebijakan energi yang tidak berpihak, dan eksploitasi tambang di lingkungan kampus. Keterlibatan TNI-POLRI dalam proyek PSN serta kebijakan impor LPG yang merugikan rakyat semakin memperburuk situasi.

Ketua GMNI Trisakti, Mafakhir Kaffa yang ikut berorasi menilai pemerintah seperti tidak peduli dengan penderitaan masyarakat saat ini.

“Apakah pemerintah peduli dengan penderitaan rakyat saat ini ?, sepertinya tidak. Apa buktinya ?, Buktinya penderitaan rakyat dikesampingkan dengan dilanjutkannya Proyek PSN PIK 2, dan yang sekarang sedang viral ada ibu-ibu meninggal akibat kelelahan berjam-jam antri demi 1 tabung gas 3 kilogram.” Ujar Kaffa dalam orasinya di depan Kantor Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa

Kaffa juga menambahkan, pemerintah harusnya melindungi hak-hak rakyat yang telah diatur dalam UUD 45, bukan justru mengorbankan rakyat demi kepentingan segelintir oknum.

Dalam rilisnya, ada 7 point tuntutan yang mereka sampaikan. Antara lain :

  1. CABUT STATUS PSN DI PIK 2 dan Adili pelaku pemagaran laut beserta kroninya yang merampas hak rakyat!

  2. COPOT BAHLIL LAHADALIA yang membuat Kebijakan sebagai Menteri ESDM telah memperparah ekonomi rakyat!

  3. TOLAK IUP DI LINGKUNGAN KAMPUS. Lindungi pendidikan dan lingkungan dari eksploitasi tambang yang merusak dan merugikan Rakyat

  4. TOLAK IMPOR LPG Percepat industrialisasi nasional untuk kemandirian energi dan penguatan ekonomi dalam negeri!

  5. BERIKAN AKSES SELUAS-LUASNYA UNTUK KEBUTUHAN DASAR Pemenuhan hak rakyat atas pangan, energi, dan layanan publik adalah kewajiban negara!

  6. HENTIKAN KETERLIBATAN TNI-POLRI DI PROYEK PSN TNI-POLRI harus fokus pada tugas konstitusionalnya, bukan terlibat dalam proyek yang merugikan rakyat!

  7. ADILI PRESIDEN JOKOWI! Pertanggungjawabkan kebijakan yang memperparah krisis ekonomi dan merugikan rakyat!. **

Berita Terkait

Video Budi Arie Disinyalir Jadi Pengalihan Isu Sayembara Ijazah SMA Gibran
Praktis Tanpa Ribet, Begini 7 Langkah Urus Akta Kelahiran Lewat HP
Bukan di Blokir, Ini Klarifikasi Polisi Soal Rekening Penghimpun Dana AMPB
Pemuda Berdampak Audiensi Ke Kemen Transmigrasi, Dorong Kawasan Sentra Pangan dan Wirausaha Pemuda
Polda Metro Jaya Resmikan 35 Rumah Layak Huni: Wujud Nyata Program Pemerintah
Antusiasme Meluap, ‘War Tiket’ Upacara HUT RI ke-81 Diserbu 128 Ribu Orang dalam Hitungan Menit
“Gempa Hari Ini” Jadi Topik Viral, Warganet Ramai Pantau Informasi BMKG
Prabowo Usul Atap Rumah Diganti dari Seng Jadi Ijuk dan Rumbai, Singgung Masalah Kanker Paru-Paru
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Video Budi Arie Disinyalir Jadi Pengalihan Isu Sayembara Ijazah SMA Gibran

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Bukan di Blokir, Ini Klarifikasi Polisi Soal Rekening Penghimpun Dana AMPB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Pemuda Berdampak Audiensi Ke Kemen Transmigrasi, Dorong Kawasan Sentra Pangan dan Wirausaha Pemuda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Polda Metro Jaya Resmikan 35 Rumah Layak Huni: Wujud Nyata Program Pemerintah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Antusiasme Meluap, ‘War Tiket’ Upacara HUT RI ke-81 Diserbu 128 Ribu Orang dalam Hitungan Menit

Berita Terbaru