Raih Penghargaan Inclusive Women Leaders With Disabilities, Angkie Yudistia Tekankan Pentingnya Ekonomi Inklusif

Raih Penghargaan Inclusive Women Leaders With Disabilities, Angkie Yudistia Tekankan Pentingnya Ekonomi Inklusif

- Author

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024, Angkie Yudistia, (Baju Pink) saat hadir dalam acara diskusi .(Foto : Istimewa)

Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024, Angkie Yudistia, (Baju Pink) saat hadir dalam acara diskusi .(Foto : Istimewa)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024, Angkie Yudistia, kembali menerima penghargaan bergengsi dalam kategori “Inclusive Women Leaders With Disabilities” dari Elshinta Award. Penghargaan ini menjadi pencapaian ke-23 dalam kariernya sebagai pejuang inklusivitas di Indonesia.

Bersamaan dengan penghargaan tersebut, Angkie juga hadir sebagai narasumber dalam Sarasehan Menuju Indonesia Emas 2045, yang digelar di Antara Heritage Center, Jakarta, untuk berbagi wawasan tentang peran ekonomi inklusif dalam mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Dalam talkshow tersebut, Angkie menegaskan, ekonomi inklusif bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi strategi utama pembangunan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, maka kesejahteraan bukan hanya menjadi mimpi, tetapi kenyataan,” ujar Angkie.Rabu (5/2/2025)

Menurutnya, ekonomi inklusif harus memastikan bahwa kelompok rentan—termasuk penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, dan pekerja informal—memiliki akses setara terhadap peluang ekonomi.

“Kelompok rentan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga pelaku pembangunan. Kita harus menciptakan ekosistem yang memungkinkan mereka berdaya dan mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Angkie juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mengakselerasi ekonomi inklusif, terutama melalui inovasi dan teknologi.

“Generasi muda memiliki akses luas ke teknologi dan informasi yang dapat digunakan untuk menciptakan solusi inklusif. Kesadaran sosial yang tinggi di kalangan mereka membuka peluang untuk membangun ekonomi yang lebih berkeadilan,” jelasnya.

Menurut Angkie, untuk menjadikan Indonesia Emas 2045 sebagai kenyataan, ekonomi inklusif harus menjadi prioritas nasional.

Baca Juga :  Presiden Dipastikan Hadir Saat Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030

“Saat kelompok rentan memiliki akses terhadap peluang ekonomi yang setara, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, Angkie menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memastikan akses ekonomi yang setara bagi semua.

“Kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi benar-benar inklusif. Pemerintah, dunia usaha, dan komunitas harus bersama-sama menciptakan kebijakan yang berpihak pada ekonomi inklusif,” paparnya.

Sebagai seorang Sociopreneur, Angkie juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Jangan hanya jadi penonton—jadilah bagian dari pencipta solusi. Gunakan peluang yang ada untuk membangun ekosistem yang lebih inklusif,” kata dia.

Sebagai penutup, Angkie menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika kebijakan yang mendorong inklusifitas terhadap kelompok rengan menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional salah satunya mewujudkan ekonomi yang inklusi.

“Saya percaya bahwa ekonomi inklusif adalah fondasi utama bagi Indonesia Emas 2045. Ketika setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, kita bukan hanya membangun ekonomi yang lebih kuat, tetapi juga masyarakat yang lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya.

 

Editor : Sirhan Sahri 

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB