Dokter Spesialis Jiwa RS Sari Asih Bintaro Beri Solusi Soal Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Tidur Anak

Dokter Spesialis Jiwa RS Sari Asih Bintaro Beri Solusi Soal Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Tidur Anak

- Author

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID – Penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan tidak hanya membuat anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas tidur, konsentrasi hingga kondisi emosional.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari RS Sari Asih Bintaro, Nina Masdiani, dr., Sp.KJ, mengatakan, gangguan tidur menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan ketika anak terlalu banyak menggunakan gawai.

Menurut dr Nina, paparan cahaya dari layar, termasuk blue light, dapat mengganggu produksi melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kualitas tidur yang buruk berkorelasi langsung dengan emosi yang tidak stabil, mudah marah, dan penurunan konsentrasi belajar di sekolah,” tambah dr. Nina.

Selain persoalan tidur, pembatasan akses media sosial juga diharapkan dapat mengurangi risiko cyberbullying.

Perundungan di ruang digital dapat berlangsung terus-menerus dan memberikan tekanan psikologis kepada anak. WHO memasukkan cyberbullying sebagai salah satu risiko lingkungan digital yang dapat berdampak terhadap kesehatan mental anak dan remaja.

Baca Juga :  Dokter RS Sari Asih Bintaro Peringatkan Bahaya Komplikasi Tipes, Ini Alasannya!

Untuk itu, orang tua tidak disarankan hanya memberikan larangan. Anak perlu mendapatkan penjelasan mengenai alasan pembatasan penggunaan media sosial.

Untuk itu, dr Nina menyarankan orang tua melakukan tiga hal, yaitu:

Pertama, memberikan edukasi, bukan sekadar larangan, agar anak memahami bahwa pembatasan dilakukan untuk menjaga keamanan dan kesehatan mereka.

Kedua, menyediakan aktivitas pengganti, seperti olahraga, seni atau berkebun sehingga waktu yang biasanya digunakan untuk bermain gawai dapat dialihkan ke aktivitas lain.

Ketiga, menjadi teladan dalam penggunaan gawai. Anak akan lebih mudah mengikuti aturan apabila orang tua juga menerapkan kebiasaan digital yang sehat di rumah.

Dengan demikian, penerapan aturan perlindungan anak di ruang digital dapat berjalan beriringan dengan peran keluarga. Pembatasan akses menjadi salah satu upaya perlindungan, sementara edukasi dan pendampingan orang tua tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental anak. (*)

Berita Terkait

Mie Ayam Banyumas Reka Ganda, Hidangan Lezat di Pusat Bisnis Gading Serpong
Vega Hotel Gelar Coloring Competition 2026, Cetak Momen Kreatif & Edukatif Bagi Anak
Skin Analyzer Bisa Deteksi Masalah Kulit yang Tak Terlihat, Dokter RS Sari Asih Jelaskan Fungsinya
5 Tanda Jantung Kamu Dianggap Sehat dan Tidak Bermasalah
Tak Hanya Bali, Indonesia Tawarkan Surga Tersembunyi yang Jadi Incaran Wisatawan Global
Gaya Hidup Mager dan Minuman Manis Jadi Pemicu Utama Diabetes, Anak Muda Diminta Waspada
Viral Tren Sleepmaxxing, Warga Diimbau Tak Asal Ikuti Tips Tidur dari Medsos
Vega Hotel Gading Serpong Gelar Corporate Gathering, Perkuat Kemitraan dan Peluang Kolaborasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:17 WIB

Mie Ayam Banyumas Reka Ganda, Hidangan Lezat di Pusat Bisnis Gading Serpong

Rabu, 2 September 2026 - 14:29 WIB

Dokter Spesialis Jiwa RS Sari Asih Bintaro Beri Solusi Soal Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Tidur Anak

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Vega Hotel Gelar Coloring Competition 2026, Cetak Momen Kreatif & Edukatif Bagi Anak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Skin Analyzer Bisa Deteksi Masalah Kulit yang Tak Terlihat, Dokter RS Sari Asih Jelaskan Fungsinya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:26 WIB

5 Tanda Jantung Kamu Dianggap Sehat dan Tidak Bermasalah

Berita Terbaru

Ilustrasi

Entertainment

Rekaman CCTV Kepsek dan Guru Durasi 1 Menit Guncang Pekalongan

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:16 WIB