Diskon Besar Tetapi Kesadaran Kecil

Diskon Besar Tetapi Kesadaran Kecil

- Author

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

JEJAKNARASI.ID – Hari ini masyarakat tidak lagi takut boros, tetapi takut ketinggalan promo. Diskon, cashback, gratis ongkir, hingga flash sale terus membanjiri layar telepon genggam setiap hari. Belanja yang dulu dilakukan karena kebutuhan, kini perlahan berubah menjadi kebiasaan impulsif akibat godaan potongan harga.

Banyak orang membeli bukan karena membutuhkan, melainkan karena merasa sayang melewatkan kesempatan murah.

Perkembangan marketplace memang memberikan kemudahan dalam aktivitas ekonomi. Namun di saat yang sama, pola konsumsi masyarakat ikut berubah. Kalimat seperti “stok terbatas”, “promo tinggal beberapa menit”, atau “hampir habis” sering digunakan untuk membangun rasa panik agar konsumen segera membeli.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, keputusan ekonomi tidak lagi lahir dari pertimbangan kebutuhan, tetapi dari dorongan emosional sesaat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa diskon bukan lagi sekadar strategi dagang, melainkan cara membentuk perilaku konsumtif masyarakat. Tidak sedikit orang akhirnya menyesal setelah barang datang karena sadar barang tersebut sebenarnya tidak terlalu penting. faktanya, sebagian tetap mengulangi kebiasaan yang sama setiap kali promo besar kembali muncul.

Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, aktivitas ekonomi tidak hanya berbicara tentang untung dan rugi, tetapi juga tentang etika dan tanggung jawab dalam menggunakan harta. Islam tidak melarang perdagangan maupun keuntungan dalam bisnis.

Baca Juga :  Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa

Akan tetapi, konsumsi yang berlebihan dan penggunaan harta tanpa manfaat yang jelas merupakan sikap yang perlu dihindari. Sebab harta dalam Islam bukan hanya alat memenuhi keinginan, tetapi amanah yang harus dikelola secara bijak.

Persoalan menjadi lebih serius ketika budaya diskon bertemu dengan kemudahan paylater dan cicilan instan. Banyak orang akhirnya rela berutang demi memenuhi keinginan konsumtif yang sebenarnya tidak mendesak.

Kemudahan transaksi memang terasa membantu, tetapi tanpa kesadaran diri justru dapat menjerat masyarakat dalam tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

Di tengah budaya belanja yang semakin agresif, masyarakat perlu kembali memahami bahwa murah bukan berarti harus dibeli, dan diskon bukan selalu kesempatan. Kesadaran mengendalikan keinginan jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren konsumsi.

Karena itu, hukum ekonomi syariah hadir bukan untuk membatasi manusia menikmati harta, melainkan agar manusia tidak diperbudak oleh keinginannya sendiri.

Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel

Berita Terkait

UMKM Bukan Sekadar Jualan, Tapi Perjuangan untuk Bertahan
Kasus Keracunan Akibat MBG Meningkat, Aktivis Mahasiswa UIN Jakarta Desak Pemerintah Hentikan MBG
Mencari Muka: Anatomi Parasit Sosial di Balik Perburuan Panggung Personal
Kuliah 4 Tahun, Tapi Dunia Kerja Lebih Tanya Kamu Bisa Apa
Arisan Online: Tradisi Sosial atau Justru Potensi Masalah?
RUU Perampasan Aset: Pertaruhan Jabatan dan Teka-teki di Senayan
Kritik Dianggap Serangan Pribadi
Sejauh Mana Mertua Boleh Ikut Campur dalam Rumah Tangga Anak?
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:26 WIB

UMKM Bukan Sekadar Jualan, Tapi Perjuangan untuk Bertahan

Kamis, 10 September 2026 - 19:55 WIB

Kasus Keracunan Akibat MBG Meningkat, Aktivis Mahasiswa UIN Jakarta Desak Pemerintah Hentikan MBG

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Mencari Muka: Anatomi Parasit Sosial di Balik Perburuan Panggung Personal

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Kuliah 4 Tahun, Tapi Dunia Kerja Lebih Tanya Kamu Bisa Apa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Arisan Online: Tradisi Sosial atau Justru Potensi Masalah?

Berita Terbaru