Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

- Author

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketuia Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat tiba di istana disambut langsung oleh Presiden Prabowo. (Foto; Ist)

Ketuia Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat tiba di istana disambut langsung oleh Presiden Prabowo. (Foto; Ist)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dinilai tidak sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari komunikasi politik yang memiliki makna lebih luas.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai, pertemuan tersebut mencerminkan adanya kebutuhan menjaga komunikasi antar elite di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Ini bukan sekadar silaturahmi. Ada konteks yang lebih besar, terutama karena situasi global lagi tidak stabil,” kata Arifki dalam keterangan tertulisnya Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia ini, dari sisi Presiden Prabowo, pertemuan ini sejalan dengan langkah membangun komunikasi luas dengan berbagai tokoh, termasuk para mantan presiden, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas politik.

“Prabowo membangun komunikasi yang luas. Itu memberi pesan bahwa stabilitas jadi prioritas,” ujarnya.

Namun, Arifki melihat pertemuan dengan Megawati memiliki karakter yang berbeda karena dilakukan secara khusus, tidak dalam forum bersama seperti pertemuan mantan presiden dan wakil presiden, serta  dengan tokoh lain sebelumnya.

Baca Juga :  Bentuk Kementerian Perumahan Baru, Prabowo Tunjuk Hashim Jadi Ketua Tim, Negara Siapkan Anggaran 53T

“Pertemuan ini lebih spesifik. Ada ruang komunikasi yang tidak sama dengan forum bersama,” jelasnya.

Ia menilai, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Megawati memiliki posisi tersendiri dalam dinamika politik nasional, sekaligus mencerminkan adanya ruang tawar yang tetap dijaga oleh PDI Perjuangan.

“Ada pesan bahwa PDIP tetap berada di posisi penyeimbang, tapi komunikasinya dilakukan dengan cara yang lebih khusus,” katanya.

Dalam konteks itu, Arifki menyebut pertemuan ini sebagai pertemuan yang mempertemukan dua kepentingan: konsolidasi politik dari pemerintah dan penegasan posisi dari PDIP.

“Di satu sisi ada konsolidasi, di sisi lain ada upaya menjaga posisi tawar. Itu hal yang wajar dalam politik,” tambahnya.

Ia menegaskan, pertemuan seperti ini tidak perlu langsung dimaknai sebagai perubahan peta politik, melainkan bagian dari dinamika komunikasi antar elite dalam membaca situasi yang berkembang.

“Ini lebih ke menjaga komunikasi dan membaca arah, bukan keputusan politik yang langsung terlihat,” pungkasnya.**

Berita Terkait

MKD Diminta Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan
Perindo Kota Tangerang Berbenah, Kader Tak Aktif Terancam Diganti 
RDP Komisi XIII DPR RI Memanas: Rieke Diah Pitaloka Bongkar Sederet Kejanggalan Sistem Lapas
Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin
Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian
Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:51 WIB

MKD Diminta Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Perindo Kota Tangerang Berbenah, Kader Tak Aktif Terancam Diganti 

Senin, 28 September 2026 - 14:59 WIB

RDP Komisi XIII DPR RI Memanas: Rieke Diah Pitaloka Bongkar Sederet Kejanggalan Sistem Lapas

Rabu, 16 September 2026 - 17:09 WIB

Politikus PDIP Sebut Negara Ikut Picu Konflik Agraria Lewat Kesalahan Penetapan Izin

Jumat, 11 September 2026 - 12:22 WIB

Kasus Dugaan Gratifikasi Tambang Mengarah Ke Ketua Harian PSI, Pengamat: Ini Ujian

Berita Terbaru