JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan pemantauan langsung ke Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (16/3/20260 kemarin.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau arus mudik angkutan udara berjalan dengan baik.
Selain itu juga guna memastikan masyarakat merasakan langsung diskon tiket pesawat yang diberikan oleh pemerintah.
“Hari ini saya melihat langsung kondisi arus mudik, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. Sekalian juga tadi saya bertanya kepada para penumpang, apakah kebijakan pemerintah terkait potongan tarif pesawat yang diinstruksikan oleh Presiden itu sampai ke masyarakat dan memastikan stimulus diskon harga tarif tiket itu bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Dudy dikutip Selasa (17/3/2026).
Dudy menjelaskan, jika diskon tiket pesawat Lebaran 2026 berasal dari kombinasi beberapa kebijakan pemerintah.
Diantaranya, PPN tiket pesawat ditanggung pemerintah (menurunkan biaya tiket pesawat hingga 11%), kemudian penurunan fuel surcharge pesawat.
Selanjutnya, adanya diskon 50% airport tax (PJP2U) dan adanya diskon 50% biaya layanan bandara untuk maskapai (PJP4U).
Serta diskon tarif PNBP jasa kebandarudaraan. Selain itu, ada juga diskon harga avtur sekitar 10% di 37 bandara.
Dengan paket kebijakan tersebut, kata Dudy, harga tiket pesawat domestik diproyeksikan turun sekitar 17–18% selama periode mudik Lebaran 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk jadwal keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026.
“Sejauh ini, kami melihat bahwa diskon/stimulus yang diberikan oleh pemerintah, sudah sampai kepada masyarakat. Saya lihat tadi, malah masyarakat ada yang menikmati potongan sampai 20% dari harga normal, jika sudah pesan dari jauh hari. Namun, ada beberapa hal nantinya yang perlu kita evaluasi, khususnya terkait harga penjualan tiket melalui online travel agent,” jelasnya.
Dudy menilai, masih ada celah yang bisa membuat harga tiket belum bisa terdiskon maksimal melalui penjualan di online travel agent (OTA).
Menurutnya, Tiket juga bisa terlihat mahal dikarenakan OTA memberikan opsi keberangkatan dengan transit satu kali atau bahkan beberapa kali transit.
Sehingga terlihat biaya perjalanan menjadi mahal karena merupakan akumulasi 2-3 penerbangan untuk mencapai tujuan.
“Saya berharap agar OTA dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk menyediakan tiket pesawat yang tersubsidi sehingga masyarakat bisa benar-benar merasakan langsung manfaatnya. Nanti, kami juga akan berbicara dengan stakeholder/ekosistem terkait, baik dari airline, maupun juga dengan Kementerian Pariwisata yang membawahi travel agent, supaya secara bersama-sama kita memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat” tukasnya.**










