Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Andrei Yunus, Legislator Rieke Diah Pitaloka Puji Prabowo 

Presiden Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Andrei Yunus, Legislator Rieke Diah Pitaloka Puji Prabowo 

- Author

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EJAKNARASI.ID.JAKARTA – Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan instruksi tegas kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

“CCTV jelas, teknologi kepolisian juga sudah canggih. Kalau sampai tidak terungkap siapa dalang sesungguhnya, berarti ada titik-titik yang patut dipertanyakan,” ujar Rieke dalam keterangan tertulisnya Senin (16/3/2026).

Rieke menekankan bahwa di tengah situasi sosial-ekonomi yang sedang pancaroba, bangsa Indonesia tidak perlu dipecah belah dengan praktik divide et impera.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menegaskan, aksi kekerasan terhadap pejuang HAM adalah tindakan biadab dan keji.

“Apa pun target politikmu dan siapa pun tuanmu, aksi kekerasan kalian biadab. Ingat, kalian juga punya keluarga. Kalaupun hukum positif tumpul, hukum langit pasti tiba,” tegasnya.

Baca Juga :  Kunjungi Padang Pariaman, Presiden Tinjau Pengungsian Korban Banjir

Lebih lanjut, Rieke mengingatkan agar tragedi seperti kasus Ermanto Usman tidak kembali terulang, ketika publik seolah diarahkan untuk cepat menerima kesimpulan motif ekonomi, sementara keadilan yang utuh masih dipertanyakan.

Di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi, ia mengingatkan adanya potensi “pemain tak kasat mata” yang berupaya memantik kemarahan publik. “Segitunya syahwat kekuasaan bekerja?” ucapnya penuh keprihatinan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan instruksi Presiden secara profesional dan transparan, dengan mengedepankan scientific crime investigation.

“Kita pegang janji itu. Kita kawal bersama. Karena serangan terhadap pejuang HAM bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap demokrasi dan kemanusiaan,”tutup Rieke.**

 

Berita Terkait

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Faktor Utama Gaji Ke-13 Pensiunan Batal Cair Bulan Juni 2026
Aturan Baru Alokasi Gaji Ke-13 Tahun 2026 Bagi PNS dan Pensiunan
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Belum Tentu Cair Bulan Juni 2026, Ini Dasar Hukumnya
Menteri Nusron Pastikan Pembangunan Industri di Indramayu Tidak Merambah Lahan LSD
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 - 20:37 WIB

Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI

Selasa, 28 April 2026 - 11:55 WIB

10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga

Senin, 27 April 2026 - 16:38 WIB

Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat

Minggu, 26 April 2026 - 14:49 WIB

Faktor Utama Gaji Ke-13 Pensiunan Batal Cair Bulan Juni 2026

Berita Terbaru