Kesetiaan Aloka dan Anjing Yudhistira

Kesetiaan Aloka dan Anjing Yudhistira

- Author

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jaya Suprana

Aloka adalah nama seekor anjing yang setia mendampingi sembilan belas bhikku melakukan Jalan Kaki Untuk Perdamaian (Walk for Peace} dari Texas menuju Washington, D.C.

Para bikkhu memulai perjalanan mereka dari Fort Worth, Texas, pada 26 Oktober 2025, dan diharapkan tiba di Washington, D.C. pada pertengahan Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka berjalan sekitar 20-30 mil setiap hari, dengan tujuan mempromosikan perdamaian, kasih sayang, dan welas asih di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Aloka, anjing yang setia menemani para bikkhu, telah menjadi simbol kesetiaan dan telah memiliki lebih dari 210.000 pengikut di Facebook.

Kesetiaan Aloka mengingatkan saya kepada episod terakhir wiracarita Mahabharata di mana Pandawa Lima bersama Drupadi dan seekor anjing menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju Swargaloka.

Di dalam perjalanan satu persatu anggota rombongan tewas dimulai oleh Drupadi lalu Nakula lalu Sadewa lalu Arjuna lalu Bima karena mereka masing-masing memiliki dosa.

Hanya tersisa Yudhistira yang tidak berdosa karena selalu jujur, didampingi seekor anjing yang setia menemani Yudhistira sejak awal perjalanan di Hastinapura

Sesampai di Swargaloka ternyata pintu gerbang tertutup rapat. Yudhistira mengetuk pintu gerbang Swargaloka demi memungkinkan jiwa raga dirinya mukhsa masuk ke Nirwana.

Tidak kurang dari Betara Wisnu membuka pintu gerbang Swargaloka. Yudhistira memohon ijin melalui pintu gerbang tersebut masuk ke Swargaloka.

Betara Wisnu tegas menjawab “Silakan kamu masuk, tetapi anjingmu tidak boleh ikut masuk !”.

Baca Juga :  Perkuat kemitraan Investasi, Presiden Prabowo Terima 12 Pimpinan Perusahaan di Washington DC, Amerika Serikat

Setelah tahu bahwa anjing yang setia mendampingi dirinya tidak boleh ikut masuk, Yudhistira membatalkan diri untuk masuk ke Swargaloka . Batara Wisnu terheran-heran maka bertanya kenapa sang anjing harus ikut Yudhistira masuk ke Swargaloka.

Yudhistira dengan tulus namun tegas menjelaskan “Anjing ini telah setia mengikuti saya sementara saudara-saudara dan isteri saya telah meninggalkan dunia fana, maka saya wajib membalas budi kesetiaan anjing ini.

Jika anjing ini tidak diperkenankan masuk ke Swargaloka maka saya akan mendampingi dia di luar Swargaloka demi setia mendampingi anjing yang telah setia mendampingi saya”.

Pada saat itu juga, mendadak langit terbuka demi para bidadari menabur bunga dan sang anjing mendadak beralih rupa menjadi sosok aslinya yaitu tidak kurang dari Batara Dharma sendiri !

Maka kedua dewa utama itu dengan penuh rasa hormat mempersilakan Yudhistira masuk ke Swargaloka.

Kisah happy ending tentang kesetiaan sang anjing kepada Yudhistira dan sebaliknya kesetiaan Yudhistira kepada sang anjing, bagi saya merupakan puncak tertinggi dari sukma terluhur wiracarita Mahabharata.

Sementara kisah kesetiaan sang anjing kepada Yudhistira analog kesetiaan Aloka — yang “ajaib” memiliki bulu putih berbentuk heart sebagai lambang kasih-sayang pada kepalanya yang berwarna coklat muda — kepada sembilan belas Bhikku yang menempuh perjalanan Walk for Peace dari Fort Worth, Texas menuju Washington, D.C. **

Berita Terkait

Rumah Tangga Harmonis Bukan Hanya Soal Cinta
Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah
Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa
Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis
Hukum Tidak Dapat Menggantikan Akhlak
Ketika Warisan Menguji Persaudaraan
TPA Jatiwaringin Terbakar: Alarm Keras atas Gagalnya Tata Kelola Sampah
LC Bukan untuk Dicintai Tapi Dinikmati
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:41 WIB

Rumah Tangga Harmonis Bukan Hanya Soal Cinta

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:23 WIB

Keadilan Tidak Boleh Menjadi Barang Mewah

Senin, 20 Juli 2026 - 13:49 WIB

Spanyol : Sejarah, Kultur, Tata Kota, dan Sepak Bola sebagai Identitas Bangsa

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:34 WIB

Kepercayaan adalah Mata Uang Termahal dalam Bisnis

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:02 WIB

Hukum Tidak Dapat Menggantikan Akhlak

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Viral! Link Video ‘Yank Uwes Yank’ Dua Pelajar Di Banyuwangi

Rabu, 5 Agu 2026 - 09:50 WIB