Kutip Surat Ar Rum Ayat 41, Anies Baswedan Ingatkan Pentingnya Tobat Ekologis

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuat catatan reflektif tentang bencana yang saat ini tengah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.

Melalui akun x miliknya, @aniesbaswedan. Ia mengutip salah satu ayat dalam Al-Quran yang berbunyi: Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia (Ar-Rum : 41).

Dalam postingannya, Anies turut membuat catatan reflektif tentang bencana yang terjadi saat ini maupun di waktu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gununf meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini. Jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cerminan diri,” ujar Anies dalam unggahannya, Jum’at (28/11/2025).

Anies mengingatkan pentingnya etika dalam memperlakukan alam agar tidak terjadi bencana.

“Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan,” sambungnya.

Anies Baswedan: Pentingnya Tobat Ekologis

Anies mengingatkan saat masa kampanye ketika mencalonkan diri menjadi Capres. Ia menerangkan bahwa pernah membahas pentingnya tobat ekologis.

“Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?”, terang Anies.

Baca Juga :  Mendikdasmen Ubah PPDB, Mendagri Bakal Gelar Pertemuan Bersama Kepala Daerah

Anies pun menegaskan, kerusakan alam ini sebagai pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.

“Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam,” ungkanya.

Anies memberi solusi agar tidak lagi terjadi kerusakan alam ke depannya, yaitu dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.

Di akhir catatannya, Anies mengingatkan lagi tentang tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus.

“Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik
Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial
MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut
Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh
Mantan Kepala Anti Teror AS: Hati Nurani Ini Tidak Mendukung Perang Dengan Iran
DPR Desak Hapus Pajak Ganda, Legislator : Sistem Pajak Harus Lebih Adil
Diskusi Bersama Pakar dan Jurnalis Senior, Presiden Prabowo Beberkan Alasan Gabung BoP
Kompolnas Apresiasi Peran Polda Metro Jaya Terkait Kasus Penyiraman Air Keras
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:29 WIB

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik

Senin, 23 Maret 2026 - 00:26 WIB

MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:48 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:40 WIB

Mantan Kepala Anti Teror AS: Hati Nurani Ini Tidak Mendukung Perang Dengan Iran

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:34 WIB

DPR Desak Hapus Pajak Ganda, Legislator : Sistem Pajak Harus Lebih Adil

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB