A.M.Sangadji Belum Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Begini Komentar Anggota DPR Asal Maluku

A.M.Sangadji Belum Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Begini Komentar Anggota DPR Asal Maluku

- Author

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Penjuang A.M Sangadji . (Foto : Berita Beta_

Tokoh Penjuang A.M Sangadji . (Foto : Berita Beta_

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Di tanah yang melahirkan banyak pejuang, nama Abdoel Moethalib Sangadji atau A.M. Sangadji terus bergema dalam ingatan rakyat Maluku.

Sudah lebih dari dua dekade, masyarakat di kepulauan itu menanti pengakuan negara atas jasa sang tokoh pergerakan nasional. Namun, hingga hari ini, nama A.M. Sangadji belum juga masuk dalam daftar Pahlawan Nasional.

Bagi rakyat Maluku, penantian itu sudah terlalu lama, mereka lelah melihat nama A.M Sangadji hanya disebut di seminar dan pidato peringatan hari pahlawan, tapi tak pernah diucapkan dalam Keputusan Presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

A.M. Sangadji, tokoh pergerakan nasional asal Maluku yang dikenal berjuang bersama H.O.S. Cokroaminoto dan Haji Agus Salim. Usulan A.M Sangadji sebagai pahlawan nasional hanya sampai di meja administrasi pemerintah.

Anggota DPR RI asal Maluku, Saadiah Uluputty, menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya pemerintah dalam merespons usulan yang sudah lama disampaikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

“Sudah terlalu lama Maluku menunggu. A.M. Sangadji bukan hanya pejuang Maluku, tapi pejuang bangsa. Beliau berjuang bersama tokoh-tokoh nasional, namun hingga kini seolah dilupakan. Ini bukan sekadar soal gelar, ini soal penghargaan terhadap sejarah dan keadilan,” tegas Saadiah kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

Ia menilai pemerintah pusat kurang memberi perhatian serius terhadap dokumen dan rekomendasi yang telah disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku sejak bertahun-tahun lalu.

“Semua berkas dan kajian akademik sudah diserahkan. Seminar nasional, dukungan DPRD, hingga rekomendasi TP2GD Maluku sudah lengkap. Apa lagi yang ditunggu? Jangan sampai perjuangan tokoh dari Timur selalu dinomorduakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan

A.M. Sangadji dikenal sebagai dokter rakyat yang mengabdikan hidupnya untuk membantu kaum kecil di masa penjajahan.

Ia aktif dalam Indische Partij dan Sarekat Islam, serta dikenal sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional yang menanamkan semangat kemerdekaan di hati rakyat.

Namun hingga kini, namanya belum juga disematkan dalam deretan Pahlawan Nasional yang diakui negara.

“Ini ironis. Kita sering berbicara tentang persatuan, tapi ketika tokoh dari Timur berjasa besar, pengakuan itu begitu sulit datang. Apakah nilai perjuangan harus diukur dari letak geografis?,” tanya Saadiah.

Saadiah menegaskan, penetapan A.M. Sangadji sebagai pahlawan nasional bukan hanya persoalan administratif, tetapi wujud penghargaan terhadap sejarah bangsa yang dibangun bersama dari Sabang sampai Merauke.

Ia menyerukan agar pemerintah pusat mendengar aspirasi rakyat Maluku dan memberikan keadilan bagi para pejuang yang telah berkorban tanpa pamrih.

“Kita bukan bangsa besar kalau kita lupa pada mereka yang telah berjuang. A.M. Sangadji sudah menorehkan jejak dalam darah perjuangan bangsa. Sudah saatnya negara menorehkan namanya di hati rakyat melalui gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya dengan nada haru.

Bagi masyarakat Maluku, protes ini bukan sekadar soal gelar, melainkan jeritan moral atas ketimpangan penghargaan sejarah.

Nama A.M. Sangadji mungkin belum tercatat secara resmi sebagai pahlawan nasional, namun di hati rakyat Maluku, ia telah lama hidup sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air yang sejati.

Berita Terkait

Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto
ASEAN Eng dan Masa Depan Ketenagakerjaan: Menguatkan Kompetensi, Produktivitas, dan Kesejahteraan
Kemnaker Gelar InaSkills 2026, Siapkan Talenta Indonesia ke Level Dunia
Gaji PNS Bakal Disalurkan Melalui Koperasi Desa Merah Putih, Aman Nggak Sih?
KAI Logistik Raih Penghargaan Sector Champion Logistik pada Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:37 WIB

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:30 WIB

ASEAN Eng dan Masa Depan Ketenagakerjaan: Menguatkan Kompetensi, Produktivitas, dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

7 Tahun KaryaKarsa, Dorong Ekonomi Cerita Indonesia lewat JILF 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:35 WIB

Ekonomi & Bisnis

BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Ajang Jakarta Financial Festival 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:20 WIB