Jemput Uang Tak Layak Edar, Tesalonika Edukasi Masyarakat tentang Rupiah

Jemput Uang Tak Layak Edar, Tesalonika Edukasi Masyarakat tentang Rupiah

- Author

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Setelah mengikuti pembekalan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 dari Bank Indonesia, Tesalonika R.M. Panggabean bersama tim Tasak Telu mengedukasi masyarakat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengenai Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah serta program PEKA (Peduli, Kenali, Adukan).

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menghargai Rupiah, sementara tim Tasak Telu meraih juara I tingkat Sumatera Utara dan juara III tingkat Sumatera dalam kompetisi tersebut.

Tesalonika R.M. Panggabean bersama tim Tasak Telu mengedukasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan program PEKA (Peduli, Kenali, Adukan) melalui kegiatan lapangan dalam QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edukasi tersebut mencakup penukaran uang tidak layak edar melalui Bank Indonesia, pemahaman tentang penggunaan Rupiah, serta kewaspadaan terhadap risiko dalam layanan keuangan.

Tesalonika menjelaskan bahwa kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 tidak hanya mencakup promosi kuliner lokal dan edukasi pembayaran menggunakan QRIS, tetapi juga penyampaian informasi mengenai CBP Rupiah melalui media sosial dan kegiatan langsung di lapangan.

“Misi Bank Indonesia adalah menginformasikan kuliner lokal, penyuluhan QRIS, dan informasi CBP di media sosial dan turun lapangan,” ujar Tesalonika, Kamis (29/10/2026).

Menurut Tesalonika, edukasi QRIS perlu disertai pemahaman mengenai pentingnya penggunaan Rupiah. Ia menjelaskan bahwa masyarakat tetap perlu mengenal dan menghargai Rupiah sebagai mata uang Indonesia dan kedaulatan negara.

“Enggak semua harus di-QRIS-kan karena kita juga harus menjaga Rupiah kita, makanya diberikan juga pengetahuan tentang CBP dan PEKA,” ucap Tesalonika.

Dalam edukasi CBP Rupiah, Tesalonika menjelaskan tiga aspek, yaitu cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan merawat uang agar tetap dalam kondisi baik. Bangga Rupiah berarti menghargai Rupiah sebagai mata uang Indonesia, sedangkan Paham Rupiah mencakup pengetahuan tentang ciri keaslian uang dan penggunaannya.

Baca Juga :  Rupiah Hari ini Diprediksi Menguat Terhadap Dolar AS

Untuk membantu masyarakat mengenali keaslian uang, Tesalonika menyampaikan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Ia juga menjelaskan bahwa uang Rupiah memiliki unsur pengaman, termasuk tanda tertentu yang dapat membantu penyandang tunanetra mengenali pecahan uang.

Selain mengenali keaslian uang, masyarakat juga diajak menjaga kondisi fisik Rupiah melalui prinsip 5J. Prinsip ini mengingatkan masyarakat agar tidak melipat, mencoret, meremas, menstapler, atau membasahi uang. Penggunaan dompet yang sesuai juga dapat membantu menjaga kondisi uang agar tidak mudah rusak.

Edukasi selanjutnya mencakup program PEKA, yang terdiri atas Peduli, Kenali, dan Adukan. Pada aspek Peduli, masyarakat diajak memahami manfaat, risiko, dan keamanan produk serta layanan keuangan, termasuk menjaga kerahasiaan kode OTP, PIN, dan kata sandi. Pada aspek Kenali, masyarakat perlu memeriksa legalitas penyedia jasa keuangan serta mewaspadai penipuan digital, scam, deepfake, dan tautan mencurigakan. Sementara itu, aspek Adukan mendorong masyarakat melaporkan transaksi mencurigakan atau dugaan penipuan melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia.

Selain menyampaikan informasi, Tesalonika dan timnya mendatangi masyarakat untuk mengumpulkan uang yang kondisinya sudah tidak layak edar agar dapat diproses untuk penukaran melalui Bank Indonesia. Menurut Tesalonika, kesediaan sejumlah masyarakat menyerahkan uang tersebut menjadi salah satu respons yang mereka temui selama menjalankan edukasi di lapangan.

Penulis : Khairiyah

Berita Terkait

Menggeluti Dunia Wirausaha, Daffa Pimpin HIPMI PT Sumut
Salib Turun ke Bundaran HI, Sorban PBNU Masih di Istana
Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online
Green Muamalah: Mengapa Investasi pada Perusak Lingkungan Adalah Transaksi yang Batil
Menakar Konstitusionalitas Kebijakan Pemerintah: Perpres 66/2025 dan PP 48/2025
Etika Adalah Wajah Bisnis Halal
Jurnalis Bukan Musuh Masyarakat dan Bukan Musuh Pemerintah, Kami Mitra Informasi Publik Untuk Keadilan 
Hari Tani Nasional, Ade Awaludin: UU Reforma Agraria Harus Jadi Instrumen Pemberdayaan Petani
Tag :
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Jemput Uang Tak Layak Edar, Tesalonika Edukasi Masyarakat tentang Rupiah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Menggeluti Dunia Wirausaha, Daffa Pimpin HIPMI PT Sumut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Salib Turun ke Bundaran HI, Sorban PBNU Masih di Istana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Green Muamalah: Mengapa Investasi pada Perusak Lingkungan Adalah Transaksi yang Batil

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Panduan Pendanaan Modal Ventura untuk Startup

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:26 WIB

Pelajar SMP Tewas Kecelakaan dengan Truk PLN di Babelan Bekasi. (Foto:Ilustrasi)

Jawa Barat

Pelajar SMP Tewas Kecelakaan dengan Truk PLN di Babelan Bekasi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:15 WIB