Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online

Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online

- Author

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, JEJAKNARASI.ID – Siapa di antara kita yang tidak pernah belanja online? Lewat ponsel di genggaman, kita bisa membeli apa saja tanpa perlu keluar rumah. Namun, karena kita tidak bisa melihat dan memegang barangnya langsung, satu-satunya panduan kita sebelum menekan tombol “Beli” adalah kolom ulasan (review) dan rating bintang lima. Sayangnya, panduan yang kita percayai ini sekarang mulai dikotori oleh maraknya jebakan ulasan palsu (fake review).

Demi membuat dagangannya terlihat laku keras secara instan, banyak penjual nakal yang menyewa jasa orang lain untuk memberikan pujian palsu. Foto-foto produk yang bagus dan komentar-komentar manis di kolom ulasan itu sering kali hanyalah rekayasa. Fenomena ini bukan lagi sekadar trik dagang biasa, melainkan bentuk kebohongan terstruktur yang merugikan banyak orang.

Dalam aturan jual beli agama kita (muamalah), transaksi digital yang berkah itu wajib modal utama: kejujuran dan keterbukaan. Kolom ulasan di aplikasi belanja itu posisinya sama seperti mata kita di pasar tradisional. Jika ulasan tersebut dipalsukan, artinya penjual sedang menutup mata pembeli dengan kain kebohongan.

Pembeli yang mengira telah mendapatkan barang bermutu bagus, nyatanya terpedaya oleh ribuan jempol fiktif di layar ponsel. Ketika unsur kejujuran ini hilang, maka keikhlasan dalam jual beli pun ikut rusak, dan keuntungan yang didapat dari menipu orang lain tentu akan kehilangan berkahnya.

Sayangnya, banyak dari kita yang menormalisasi hal ini dengan dalih “namanya juga usaha”. Padahal, membiarkan perdagangan digital dipenuhi kepalsuan adalah racun bagi ekonomi masyarakat. Aplikasi belanja online besar juga tidak boleh lepas tangan dan harus lebih ketat menyapu bersih toko-toko yang memelihara ulasan palsu ini.

Teknologi internet diciptakan untuk mempermudah hidup kita, bukan untuk mempermudah cara kita membohongi sesama. Sudah saatnya masyarakat menjadi pembeli yang kritis, dan para pelaku usaha kembali pada etika dagang yang luhur.

Sebab pada akhir cerita, kesuksesan sebuah bisnis tidak pernah diukur dari seberapa banyak bintang lima palsu yang berhasil dikumpulkan di aplikasi, melainkan dari seberapa besar kepercayaan konsumen yang mampu kita jaga dengan kejujuran di dunia nyata.

Penulis : Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel

Berita Terkait

Green Muamalah: Mengapa Investasi pada Perusak Lingkungan Adalah Transaksi yang Batil
Menakar Konstitusionalitas Kebijakan Pemerintah: Perpres 66/2025 dan PP 48/2025
Etika Adalah Wajah Bisnis Halal
Jurnalis Bukan Musuh Masyarakat dan Bukan Musuh Pemerintah, Kami Mitra Informasi Publik Untuk Keadilan 
Hari Tani Nasional, Ade Awaludin: UU Reforma Agraria Harus Jadi Instrumen Pemberdayaan Petani
Utang Demi Pernikahan, Bahagia atau Terbebani?
UMKM Bukan Sekadar Jualan, Tapi Perjuangan untuk Bertahan
Kasus Keracunan Akibat MBG Meningkat, Aktivis Mahasiswa UIN Jakarta Desak Pemerintah Hentikan MBG
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jebakan Ulasan Palsu dan Bintang Lima dalam Belanja Online

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Green Muamalah: Mengapa Investasi pada Perusak Lingkungan Adalah Transaksi yang Batil

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Menakar Konstitusionalitas Kebijakan Pemerintah: Perpres 66/2025 dan PP 48/2025

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Etika Adalah Wajah Bisnis Halal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Jurnalis Bukan Musuh Masyarakat dan Bukan Musuh Pemerintah, Kami Mitra Informasi Publik Untuk Keadilan 

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

DSN MUI Kaji Kripto Syariah, RWA dan Tokenisasi Sukuk Jadi Perhatian

Rabu, 28 Okt 2026 - 07:45 WIB

Ekonomi & Bisnis

7 Tahun KaryaKarsa, Dorong Ekonomi Cerita Indonesia lewat JILF 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:35 WIB