BANTEN, JEJAKNARASI.ID – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, organisasi Pemuda Berdampak menyampaikan apresiasi terhadap berbagai upaya pembangunan yang dijalankan Kabinet Merah Putih.
Di sisi lain, organisasi tersebut mendorong evaluasi berkelanjutan agar kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program yang diluncurkan. Menurutnya, dampak kebijakan terhadap kesejahteraan masyarakat perlu menjadi salah satu tolok ukur utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi ikhtiar pemerintah dalam membangun Indonesia. Namun, evaluasi harus terus dilakukan agar kebijakan semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Bagas, Rabu (21/10/2026).
Pemuda Berdampak mendorong penguatan akses pendidikan berkualitas, pencegahan putus sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat kurang mampu.
Selain pendidikan, pembangunan sumber daya manusia dinilai perlu didukung peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, literasi digital, dan pelatihan keterampilan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan masa depan.
MBG dan KDMP Perlu Pengawasan Berkelanjutan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, pelaksanaannya perlu disertai evaluasi berkala, terutama terkait kualitas gizi, keamanan pangan, ketepatan penerima manfaat, transparansi anggaran, dan pengawasan distribusi.
Pemuda Berdampak juga mendorong keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar program tersebut turut memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal. Pengelolaannya perlu didukung tata kelola profesional, model usaha berkelanjutan, serta mekanisme pengawasan yang memadai.
Keterlibatan pemuda dalam digitalisasi, pemasaran, dan pengembangan usaha produktif juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing koperasi.
Dorong Lapangan Kerja dan Pelestarian Lingkungan
Di sektor ketenagakerjaan, Pemuda Berdampak mendorong perluasan kesempatan kerja yang layak, penguatan pendidikan vokasi, serta dukungan terhadap kewirausahaan generasi muda.
Menurut organisasi tersebut, pemuda perlu memperoleh kesempatan untuk berperan tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja dan penggerak ekonomi daerah.
Dalam bidang lingkungan hidup, pemerintah diharapkan memperkuat pengelolaan sampah, perlindungan hutan, penyediaan akses air bersih, serta penanganan pencemaran dan perubahan iklim.
Upaya pembangunan ekonomi, menurut Pemuda Berdampak, perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Pemuda sebagai Mitra Strategis dan Kontrol Sosial
Bagas Yulianto menegaskan bahwa generasi muda perlu mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif.
“Menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Pemuda harus dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan. Kami percaya bahwa apresiasi dan kritik yang membangun merupakan bagian dari kecintaan terhadap bangsa dan upaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Pemuda Berdampak menyatakan akan terus berkontribusi melalui kegiatan di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.
Organisasi tersebut berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
























