TANGERANG, JEJAKNARASI.ID – Alfamart kembali berkolaborasi dengan Cussons Baby melalui program Alfamart Sahabat Posyandu sepanjang Juli 2026. Melalui penyelenggaraan Posyandu di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, program ini menargetkan lebih dari 2.800 ibu dan anak sebagai penerima manfaat.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari target 27.000 penerima manfaat program Alfamart Sahabat Posyandu hingga Desember 2026.
Kolaborasi ini merupakan kelanjutan komitmen Alfamart dan Cussons Baby dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Dengan memanfaatkan halaman gerai Alfamart yang mudah dijangkau masyarakat, program ini menghadirkan layanan kesehatan dasar sekaligus edukasi bagi para orang tua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu kegiatan diselenggarakan di Gerai Alfamart Toko Raya Tenjo, Kabupaten Tangerang. Sejak pagi, para ibu datang bersama bayi dan balitanya untuk memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga edukasi mengenai pemenuhan gizi serta perawatan kulit bayi.
Seluruh layanan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan pelayanan yang diberikan sesuai standar.
General Manager Corporate Communication Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan program Alfamart Sahabat Posyandu merupakan salah satu program keberlanjutan perusahaan yang secara konsisten dijalankan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
“Program ini terus kami hadirkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar. Kehadiran gerai Alfamart di tengah permukiman kami manfaatkan sebagai titik layanan yang mudah dijangkau, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Rani.
Ia menambahkan, sejak pertama kali diluncurkan pada awal 2023, Alfamart Sahabat Posyandu terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.
“Kolaborasi menjadi salah satu kunci agar program ini dapat menjangkau lebih banyak daerah. Harapannya, semakin banyak ibu dan anak memperoleh akses terhadap layanan kesehatan sekaligus edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang sejak usia dini,” tambahnya.
Marketing and Innovation Director Cussons Baby, Eva Arisuci Rudjito, mengatakan partisipasi Cussons Baby dalam program ini didorong oleh dampak positif yang dirasakan masyarakat pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami melihat program ini memberikan manfaat nyata bagi ibu dan anak. Karena itu, Cussons Baby kembali berkolaborasi dengan Alfamart untuk mendukung penyelenggaraan Posyandu yang lebih mudah diakses masyarakat, sekaligus menghadirkan edukasi mengenai kesehatan dan perawatan bayi,” ujarnya.
Menurut Eva, layanan Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar semakin luas.
Selain layanan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengasuhan anak serta informasi seputar perawatan kulit bayi yang sesuai dengan kebutuhan bayi dan balita.
Salah seorang peserta, Eny Susanti (32), mengaku terbantu dengan penyelenggaraan Posyandu yang lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya.
“Lokasinya mudah dijangkau dan pelayanannya lengkap. Selain memeriksakan kesehatan anak, kami juga mendapat banyak informasi yang bermanfaat,” katanya.
Hal senada disampaikan Ade (28), yang baru pertama kali mengikuti kegiatan Alfamart Sahabat Posyandu.
“Ternyata kegiatannya sangat lengkap. Ada pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan aktivitas yang menarik untuk anak. Kami bahkan dijemput menggunakan odong-odong dari kelurahan. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diadakan,” ujarnya.
Sepanjang Juli 2026, Alfamart dan Cussons Baby akan menghadirkan Alfamart Sahabat Posyandu di 28 lokasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah.
Judul tersebut dibuat lebih informatif dan bernilai berita, sementara isi artikel dirapikan agar lebih mengalir, menghindari pengulangan, serta mengikuti gaya penulisan rilis pers yang umum digunakan media.
































