JEJAKNARASI.ID – Membangun merek di berbagai platform media sosial (medsos) tampaknya dianggap mudah, hanya dengan unggah konten yang sama di berbagai platform. Tapi kenyataannya tidak semudah itu.
Setiap platform medsos memiliki audiensnya masing-masing dengan pola pikir yang berbeda. Mereka menyukai jenis konten yang berbeda dan membentuk jenis koneksi yang berbeda pula dengan anda.
Memperlakukan beberapa platform medsos secara sama adalah alasan mengapa kebanyakan orang bekerja keras di platform medos ternama seperti Instagram, Linkedln, dan X, tetapi tidak banyak berkembang di salah satunya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut tips cara ampuh untuk keberhasilan di ketiga platform medsos tersebut:
1. LinkedIn
- Bagikan pelajaran dari pengalaman kerja anda, bukan hal-hal motivasi membosankan yang diposting orang lain.
- Tulis paragraf pendek karena teks yang terlalu panjang akan diabaikan.
- Berkomentarlah pada unggahan orang-orang yang sudah diikuti oleh audiens anda. Berinteraksi dengan orang lain di LinkedIn membantu anda lebih terlihat aktif.
2. Instagram
- Unggahan video mendapatkan lebih banyak penayangan daripada foto. Cobalah, meskipun awalnya terasa aneh.
- Stories membantu pengikut anda merasa terhubung dengan anda setiap hari. Tunjukkan kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi, bukan hanya hal-hal baiknya.
- Biodata Anda seharusnya menjelaskan siapa yang anda bantu dan bagaimana caranya dalam beberapa detik, kebanyakan biodata terlalu panjang atau tidak jelas.
3. X
- Tulisan singkat yang berisi opini lebih efektif daripada tulisan yang sempurna. Platform ini menyukai spontanitas.
- Balaslah akun-akun besar dengan tulus dan sering. X menunjukkan balasan yang bagus, kepada banyak orang, bahkan jika anda tidak terkenal.
- Ajukan pertanyaan yang penting bagi audiens anda. Berbicara adalah cara utama untuk berkembang di platform ini.
Membangun personal branding anda di berbagai platform bukan berarti membuat lebih banyak konten. Artinya, anda perlu menyesuaikan ide-ide bagus dengan apa yang disukai oleh setiap platform.
Para kreator yang sedang berkembang tidak membuat konten tiga kali lipat, mereka hanya membuat satu hal. Mengadaptasinya secara cerdas untuk setiap audiens.





















