Bentuk Dukungan Ke Palestina, Maladewa Jadi Negara Ke-13 yang Boikot Paspor Israel

Bentuk Dukungan Ke Palestina, Maladewa Jadi Negara Ke-13 yang Boikot Paspor Israel

- Author

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Maladewa resmi mengumumkan menjadi negara ke-13 di dunia yang melarang masuknya pemegang paspor Israel ke negara tersebut, pada Rabu (18/03/2026).

Larangan Maladewa disebut unik karena negara ini sangat bergantung pada pariwisata.

Pariwisata Maladewa disebut menyumbang sekitar 21% dari PDB-nya, sehingga keputusan tersebut memiliki konsekuensi ekonomi langsung. Parlemen Maladewa sepakat mengesahkannya dengan suara bulat, dan menyebut keputusan ini sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina dan mengutuk tindakan Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, Maladewa bukanlah negara pertama yang melarang masuknya pemegang paspor Israel.

Setidaknya sudah ada 12 negara lain telah melarang pemegang paspor Israel, diantaranya yaitu: Aljazair, Bangladesh, Brunei, Iran, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Pakistan, Arab Saudi, Suriah, dan Yaman.

Baca Juga :  Pasar Murah AGP 2025 Kembali Hadir di Tangerang, Ringankan Beban Warga dan Jaga Akses Pangan Terjangkau

Beberapa negara tersebut telah memberlakukan aturan ini selama beberapa dekade dan mendahului konflik saat ini.

Walau negara-negara lain mengatakan Israel disebut melakukan genosida. Tetapi Israel telah membantah semua tuduhan genosida tersebut.

Sekarang Maladewa adalah tujuan wisata utama pertama yang memberlakukan larangan paspor secara menyeluruh, menimbulkan pertanyaan tentang apakah negara-negara lain yang bergantung pada pariwisata akan mengikuti jejaknya.

Diyakini, Maladewa bukan negara terakhir yang melarang masuk pemilik paspor Israel. (/js)

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB