PBHI Jakarta Kutuk Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

PBHI Jakarta Kutuk Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

- Author

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : penyirama air keras. (Foto: Ist)

Ilustrasi : penyirama air keras. (Foto: Ist)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta mengutuk aksi penyiraman air keras kepada Andrie Yunus.

Oleh Karena Itu, PHBI mendesak Polri segera melakukan pemetaan dan menangkap pelaku sekaligus otak dibalik percobaan dan pembunuhan terhadap Wakil Koordinator KontraS

“PBHI Jakarta desak Polri untuk segera gerak cepat identifikasi pelaku dan  penyelidikan menyeluruh. Sebab, bukan tidak mungkin motif dan dalang dibalik penyerangan tersebut mengarah kepada pembungkaman total”- ucap Ketua PBHI Jakarta, Muhammad Ridwan Ristomoyo, Sabtu, (14/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ridwan menilai, peristiwa keji yang dialami oleh aktivis dan pejuang Andrie Yunus adalah gejala serius dari otoritarianisme. 

Menurutnya yang menimpa Wakil Koordinator KontraS merupakan tindakan represi terukur terhadap aktivis dan pembela HAM dalam upaya memperkecil kritik.  

Berdasarkan data 2025 kemarin yang dicatat Organisasi Masyarakat Sipil sebanyak 283 pembela HAM mengalami serangan karena kerja-kerja mereka sepanjang 2025. 

Baca Juga :  Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Puji Langkah Cepat TNI-Polri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Antara lain, kriminalisasi, penangkapan, pelaporan ke polisi dan percobaan pembunuhan. Mayoritas dari pembela HAM yang mengalami serangan adalah jurnalis dan masyarakat adat, masing-masing sebanyak 106 dan 74 orang, 

“Sekali lagi peristiwa ini adalah alarm bagi aktivis dan pembela HAM. Kita harus mengingat kembali satu tahun Pemerintahan Prabowo kebebasan sipil kian menyusut dan buruk. Ini alarm bagi kehidupan bernegara”, tutup Ridwan.

Seperti diketahui, Kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal kembali terjadi. Setelah mantan Penyidik KPK Novel Baswedan yang menjadi korban.

Kini giliran Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam, tepatnya pukul 23.37.WIB. Di kawasan Jalan Talang Jakarta Pusat.** 

Berita Terkait

GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar
Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
DPD GMNI DKI Jakarta Kecam Penjemputan Paksa Kader Tanpa Transparansi, Desak Polda Metro Jaya Segera Bebaskan Juan Moses
GMNI DKI Jakarta Dukung Penuh Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU
Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya
Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, Sekda GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing
Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi
Tokoh Muda Tanah Abang Bela Kinerja Wali Kota Arifin: Kritik Harus Berbasis Fakta
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:58 WIB

GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar

Minggu, 6 September 2026 - 17:05 WIB

Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:03 WIB

DPD GMNI DKI Jakarta Kecam Penjemputan Paksa Kader Tanpa Transparansi, Desak Polda Metro Jaya Segera Bebaskan Juan Moses

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:43 WIB

GMNI DKI Jakarta Dukung Penuh Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya

Berita Terbaru