Permadi Arya Menuai Kecaman Publik Usai Lontarkan Kata Anj*ng Ke Prof Ikrar

Permadi Arya Menuai Kecaman Publik Usai Lontarkan Kata Anj*ng Ke Prof Ikrar

- Author

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Debat panas di studio mendadak menjadi sorotan publik setelah penggiat media sosial, Permadi Arya atau Abu Janda terlibat adu argumen sengit dengan pengamat politik senior, Prof Ikrar Nusa Bhakti, serta pakar hukum tata negara Prof Feri Amsari dalam sebuah diskusi yang membahas konflik yang sedang berlangsung di timut tengah.

Diskusi yang awalnya membahas peran Amerika Serikat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia tiba-tiba memanas ketika Prof Ikrar mencoba meluruskan narasi keliru soal sejarah terkait bantuan AS pada periode 1948–1949. Situasi berubah tegang saat Abu Janda menanggapi dengan nada tinggi. Dalam potongan video yang viral di media sosial, Abu Janda mengatakan bahwa Prof Ikrar dan Prof Feri Amsari dianggap berkomentar terlalu baper.

“Dari tadi gua perhatiin lu kalo komentar terlalu baper, jangan bawa-bawa perasaan pak. Lu gak suka ama Amerika, Bang Fery gak suka Trump, lu gak suka sama Israel, itu perasaan lu semua. Gua gak ada urusan sama perasaan lu semua, anj*ng,” ucap Abu Janda, Selasa (10/04/2026).

Ucapan tersebut langsung menuai pro dan kontra. Banyak warganet menilai penggunaan kata tersebut tidak pantas di forum debat televisi, sementara sebagian lainnya menganggap itu hanya bahasa gaul dalam situasi debat yang memanas.

Prof. Ikrar sendiri tetap berusaha tenang dan menegaskan pentingnya membaca sejarah secara utuh. “Anda juga harus baca sejarah dong, jangan ngacau,” ujarnya.

Sementara itu, Feri Amsari menilai diskusi publik seharusnya lebih menonjolkan adu data dan analisis hukum serta sejarah yang berbasis fakta, bukan sekadar retorika emosional.

Kini cuplikan debat tersebut terus beredar luas dan memicu perdebatan baru di jagat maya. Soal etika debat, adab diskusi publik, dan kualitas percakapan politik di ruang publik Indonesia.

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB