Bertemu DPM Belarus, Menko Airlangga Bahas Kerjasama Ekonomi Strategis

Bertemu DPM Belarus, Menko Airlangga Bahas Kerjasama Ekonomi Strategis

- Author

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Pertemuan tersebut, merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI ke Belarus pada bulan Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga mengatakan, jika Indonesia membutuhkan dukungan teknologi dan mesin pertanian modern.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dalam konteks ini, kami melihat Belarus sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman dan kapasitas yang relevan,” ujar Menko Airlangga dalam pertemuan itu.

Menko Airlangga menegaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui pengembangan food estate, serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian modern.

“Indonesia terbuka terhadap kerja sama investasi dan joint venture dengan mitra Belarus, termasuk dalam pengembangan alat dan mesin pertanian, industri alat berat seperti dump truck, serta kerja sama berbasis komoditas karet,” ujar Airlangga.

Mantan Ketua Umum Golkar itu juga  menyebut transformasi digital pertanian sangat penting  untuk mendorong.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak  keterlibatan generasi muda, menjadi salah satu fokus kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Belarus.

Sementara itu, DPM Karankevich menyampaikan bahwa Belarus memiliki pengalaman panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan saat ini telah mengekspor berbagai produk pertanian ke berbagai kawasan di seluruh dunia.

“Belarus siap dan berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan pupuk serta perluasan pasokan produk pertanian dan pangan, seperti produk susu dan turunannya,” terang DPM Karankevich.

Baca Juga :  Jaga Kestabilan Ekonomi, Menko Airlangga Sebut Pemerintah Siapkan Kebijakan Strategis

Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga menyambut baik komitmen Belarus dan juga menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama di sektor industri manufaktur, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.

”Indonesia juga memprioritaskan untuk penguatan kerja sama pendidikan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta mendorong peningkatan kerja sama pendidikan dan riset dengan Belarus,” kata  Airlangga.

Lebih lanjut, Belarus memandang adanya potensi kerja sama yang luas di berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, ketahanan pangan, pariwisata, sektor medis, serta bidang lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, DPM Karankevich meyakini bahwa peluang kerja sama baru akan semakin terbuka apabila Indonesia menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Eurasian Economic Union (EAEU) dan menyatakan kesiapan Belarus untuk mendukung Indonesia-EAEU FTA.

Guna memperdalam kerja sama teknis, DPM Karankevich mengusulkan pembentukan working groups yang diisi oleh tenaga ahli kompeten di berbagai sektor.

Kelompok kerja ini dirancang sebagai instrumen untuk menyelesaikan isu-isu spesifik kedua negara.

Belarus juga membuka peluang bagi pertukaran pengetahuan antar-ahli kedua negara serta mendorong adanya kunjungan langsung atau studi banding sebagai media pertukaran pengetahuan bagi para ahli.

Kedua pihak menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh usulan kerja sama strategis yang telah dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.

serta menyampaikan hasil pertemuan ini kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya penguatan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Belarus. Rangkaian kunjungan Delegasi Belarus kali ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Belarus ke Indonesia yang direncanakan akan dilaksanakan pada Februari 2026.

 

Berita Terkait

HUT ke-81 KAI, 18 KA dari Daop 2 Bandung Hadirkan Tarif Spesial
Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre
Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional
Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor
KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas
Mandiri Taspen dan Basarnas Kolaborasi Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan
Pemerintah Putus Kontrak Mitra Makan Siang Gratis Usai 87 Siswa Terkena Diare Massal
Kementerian UMKM Fasilitasi 25 Usaha Mikro Terdampak Bencana Aceh Tembus Pasar Modern
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 08:37 WIB

HUT ke-81 KAI, 18 KA dari Daop 2 Bandung Hadirkan Tarif Spesial

Sabtu, 26 September 2026 - 19:25 WIB

Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 dan Cara Mudah Perpanjang STNK Tanpa Antre

Jumat, 25 September 2026 - 11:15 WIB

Perkuat Tata Kelola Tambang, Pemerintah Tekan Kebocoran dan Optimalkan Nilai Tambah Mineral Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 11:55 WIB

Percepat Program MBG di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 08:22 WIB

KPU Sebut Gugatan Pendidikan Gibran Lewat Batas

Berita Terbaru