Gus Ipul Sebut Operator, Wali Asuh dan Wali Asrama Kunci Sukses Sekolah Rakyat

Gus Ipul Sebut Operator, Wali Asuh dan Wali Asrama Kunci Sukses Sekolah Rakyat

- Author

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosisl Saifullah Yusuf saat memberikan kerterangan kepada awak media usai membuka Pelatihan Dapodik Bagi Operator Sekolah Rakyat Tahap 1C, serta Pelatihan Pengasuhan Sekolah Rakyat Bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Tahap 1C Batch 2 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Margaguna Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). (Foto; Humas Kemensos)

Menteri Sosisl Saifullah Yusuf saat memberikan kerterangan kepada awak media usai membuka Pelatihan Dapodik Bagi Operator Sekolah Rakyat Tahap 1C, serta Pelatihan Pengasuhan Sekolah Rakyat Bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Tahap 1C Batch 2 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Margaguna Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025). (Foto; Humas Kemensos)

JEJAKANARASI.ID.JAKARTAA = Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan peran penting operator data pokok pendidikan (Dapodik), wali asuh dan wali asrama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menyebut, peran mereka sangat vital dalam mengelola data serta menjadi figur kunci dalam membentuk karakter siswa.

“Di tangan mereka lah anak-anak ini akan merasa dicintai, dipeluk dan dibimbing,” kata Gus Ipul saat membuka Pelatihan Dapodik Bagi Operator Sekolah Rakyat Tahap 1C, serta Pelatihan Pengasuhan Sekolah Rakyat Bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Tahap 1C Batch 2 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Margaguna Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Gus Ipul menambahkan, wali asuh dan wali asrama juga menjadi figur kunci dalam membentuk karakter para siswa. Mereka menjadi pendengar yang sabar, penasihat yang bijak, pengawas yang tegas, dan teladan yang nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Teman-teman ini memiliki peran yang sangat strategis. Tanpa wali asrama, wali asuh, sistem boarding hanya menjadi penginapan, bukan ekosistem pendidikan. Wali lah yang menunjukkan roh asrama, yang memberi rasa rumah pada setiap kamar, rasa keluarga pada setiap aktivitas. Keren loh ya, tugasnya strategis sekali,” jelas Gus Ipul.

“Ini sekadar ungkapan saja, jika guru mengajar dengan papan, wali asuh, wali asrama membimbing dengan dada yang lapang,” tambahnya.

Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan, operator Dapodik merupakan garda terdepan digital dari revolusi pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Mereka nantinya bertugas mengumpulkan, hingga memperbarui data-data siswa, guru, maupun tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat secara real time.

Dapodik Sekolah Rakyat pun nantinya akan terhubung dengan dapodik milik Kemendikdasmen. Oleh karena itu, Gus Ipul menegaskan bahwa data tersebut menjadi tulang punggung.

Baca Juga :  Begini Pesan Mensos Gus Ipul Saat Lantik Pengurus PNKT Periode 2025-2030

“Data adalah tulang punggung dari semua pengambilan keputusan yang cerdas dan tepat sasaran. Siapa yang menguasai data, dia menguasai masa depan. Kenapa kita punya data? Punya basis data sebagai penuntun, sebagai kompas,” katanya.

Gus Ipul mengungkapkan, ada empat prinsip pengelolaan Dapodik oleh operator di Sekolah Rakyat. Pertama, wajib menginput data secara real time, tepat waktu, dan akurasi tinggi.

Kedua, sinkronisasi Dapodik dilakukan berkala dan disiplin. Ketiga, tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun menyangkut data NIK, tanggal lahir siswa, guru, dan lain-lainnya. Keempat, berkolaborasi erat dengan kepala sekolah, bagian tata usaha, dan tim sekolah lainnya.

Gus Ipul pun berpesan kepada para operator Dapodik, wali asuh dan wali asrama untuk bekerja sungguh-sungguh. Sebab, peran mereka sangat penting untuk melahirkan penerus bangsa yang berkualitas.

“Dari asrama yang bersih dan hangat, dari makan yang disiapkan dengan cinta, dari data yang disusun tanpa celah, lahir anak-anak bangsa yang tumbuh dalam harapan karena di sekolah rakyat pendidikan adalah kerja kolektif yang luhur, penuh cinta,” ucap Gus Ipul.

“Terimalah rasa bangga kami. Saya, Pak Wamensos dan teman-teman di Kementerian Sosial kepada bapak-ibu sekalian yang telah mengikuti proses seleksi dengan baik, terpilih dan memilih mengabdi di lingkungan Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 103 operator secara luring di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jakarta Selatan. Sementara itu, sebanyak 423 wali asuh dan wali asrama mengikuti pelatihan secara daring. Mereka tersebar di berbagai wilayah, yakni Padang, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, Makassar, dan Papua.**

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB