Diversifikasi Menu MBG Menjadi Pengendali Melonjaknya Inflasi Bahan Pangan

Diversifikasi Menu MBG Menjadi Pengendali Melonjaknya Inflasi Bahan Pangan

- Author

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, (Foto: Humas BGN)

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, (Foto: Humas BGN)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya diversifikasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan menekan potensi inflasi daerah. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (17/11), menyusul naiknya sejumlah komoditas pangan yang digunakan dalam menu MBG.

Menurut Nanik, penyediaan bahan baku MBG telah menunjukkan tekanan di berbagai wilayah, terutama pada komoditas sayur dan protein hewani yang paling sering digunakan tenaga gizi SPPG. “Penyediaan bahan baku MBG bisa menjadi permasalahan yang memicu inflasi. Harga wortel sudah sangat tinggi, di kisaran Rp23–25 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp12–14 ribu. Telur dan ayam potong juga ikut naik,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan bahwa salah satu penyebab kenaikan harga tersebut adalah pola penggunaan bahan baku yang masih terbatas dan kurang bervariasi. Tenaga gizi SPPG cenderung menggunakan jenis bahan yang sama setiap hari karena pertimbangan keamanan pangan pasca beberapa insiden di lapangan. “Substitusi bahan kurang dilakukan. SPPG cenderung menggunakan bahan yang aman dan itu-itu saja, sehingga komoditas tertentu langsung tertekan permintaannya,” kata Nanik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BGN menilai diversifikasi menu harus menjadi langkah utama agar permintaan terhadap komoditas tertentu tidak menumpuk pada waktu bersamaan. Dengan 15.211 SPPG terverifikasi dan 13.953 SPPG operasional yang melayani sekitar 43 juta penerima manfaat, penggunaan bahan baku yang seragam dapat memberikan dampak besar terhadap pergerakan harga pangan.

Baca Juga :  Isu Pangan Kian Sensitif, BGN Dorong SPPG Perkuat Peran Komunikasi

Sebagai solusi, Nanik menegaskan bahwa ahli gizi SPPG perlu segera memperluas pilihan bahan baku dalam penyusunan menu harian. Diversifikasi juga dianggap efektif untuk membantu petani, peternak, dan UMKM lokal. Ia mencontohkan kentang sebagai komoditas yang saat ini produksinya tinggi namun kurang terserap di beberapa daerah. “Saya sudah meminta kepada Waka Operasional agar menginstruksikan SPPG menggunakan kentang sebagai pengganti karbohidrat sementara waktu. Tujuannya agar harga kentang terangkat dan serapan lokal meningkat,” tuturnya.

Nanik juga mengungkapkan bahwa pasar mulai menunjukkan tanda-tanda gejolak pasokan, termasuk mulai sulit ditemukannya buah di sejumlah pasar induk. Kondisi ini memperkuat urgensi diversifikasi agar SPPG tidak bergantung pada satu atau dua jenis komoditas tertentu. “Buncis, kacang panjang, wortel, dan pakcoy sudah mulai naik di pasaran. Diversifikasi ini penting untuk menyeimbangkan ulang permintaan,” jelasnya.

Nanik menegaskan bahwa kebijakan penggunaan bahan baku oleh SPPG akan terus disesuaikan dengan kondisi pasar secara dinamis. “Mana harga yang jatuh akan kita instruksikan untuk digunakan. Mana yang naik akan kita kurangi. Diversifikasi adalah kunci agar MBG tetap berjalan tanpa menekan pasar,” tutup Nanik.(eki)

Berita Terkait

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN
KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN
Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio
Ini Alasan BPK Tidak Jadikan Kepala BPN Kota Tangerang Tersangka Kasus Suap HGB Ratusan Miliar
KPK Buka Peluang Jadikan PT Sumarrecon Tbk Tersangka Korporasi Perkara Dugaan Suap HGB Ratusan Miliar
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:16 WIB

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Suap ATR/BPN Ratusan Miliar ke Kegiatan Muktamar Agustus Lalu

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Ratusan Miliar di ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:19 WIB

KPK Buka Peluang Bidik Proyek Pagar Laut Pasca Bongkar Skandal Dugaan Suap di ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 - 08:56 WIB

Nursyahwa Syakila, Peserta Netra MTQ Nasional XXXI yang Hafal 30 Juz Lewat Metode Audio

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harddies Cargo Fokus Kembangkan Layanan Pengiriman Cargo Jakarta–Batam

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:06 WIB