Bicara Realisasi CSR, Dicky Setiawan: Belum Menyentuh Akar Rumput

Bicara Realisasi CSR, Dicky Setiawan: Belum Menyentuh Akar Rumput

- Author

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID. TANGERANG – Realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) belum menyentuh akar rumput. Penerimanya masih berkutat di seputaran elit kekuasaan, hanya mereka yang berjejaring saja.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Tangerang fraksi PDI Perjuangan, Dicky Setiawan, saat menyampaikan materi Realisasi CSR Perusahaan dalam acara Lokakarya Daerah bertajuk ‘Quo Vadis CSR Kabupaten Tangerang’.

Acara yang berlangsung satu hari ini dilaksanakan oleh Bina Mulia Institute di Upnormal Coffee, Citra Raya, dan diikuti puluhan organisasi masyarakat sipil, Jumat (14/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dicky menilai, selama ini warga yang masuk ring satu area perusahaan belum banyak mengetahui ada program CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Padahal aturannya jelas. Bahkan sampai Perda dan Perbup.

“Ini benar-benar ironi. Kabupaten Tangerang dikenal dengan julukan daerah 1001 industri, tapi peran perusahaan terhadap lingkungan masih jauh panggang dari api. Seperti langit dan bumi,” ujar Dicky.

Barangkali kesalahan tidak sepenuhnya ada pada perusahaan. Namun, banyak pihak, termasuk peran serta masyarakat sipil yang belum mengerti hak dan kewajiban perusahaan. Terlebih terkait CSR. Publik harus tercerahkan, agar melek soal yang satu ini.

Dicky juga memperhatikan, Forum CSR atau Forum TJSL yang dibentuk bupati Tangerang belum optimal dalam bekerja. Kita tidak melihat terobosan mereka  tentang realisasi CSR perusahaan. Masih seperti jalan di tempat, belum inovatif.

“Kemarin salah satu perusahaan besar menggelontorkan 6 miliar, alih-alih untuk mereka yang paling terdampak, malah diberikan kepada 60 koperasi merah putih. Padahal masyarakat yang masuk kategori ring satu, terbahyak di wilayah Pantura,” ucapnya.

Baca Juga :  Begini Analisa Ray Rangkuti Soal Pengungkapan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Sementara, Subandi Musbah memberi saran kepada masyarakat untuk menginisiasi perhimpunan kemitraan CSR di level lokal. Setiap desa atau kecamatan memeiliki karakteristik tersendiri. Dan itu harus tumbuh dari bawah. Tidak mengandalkan atas.

“Perusahaan sepertinya tidak enggan memberi CSR, hanya saja, aktor lokal di masing-masing desa perlu kemampuan menyampaikan proposal berbasis nomenklatur, bukan melulu permohonan bantuan dana,” kata Subandi saat merespons pertanyaan peserta.

Pria yang pernah belajar khusus materi tanggung jawab perusahanan terhadap lingkungan di School of CSR milik La Tofi ini berharap organisasi sipil mulai melek isu CSR. Dengan cara pendampingan di level paling ujung, yaitu desa. Dengan membentuk semacam forum kemitraan.

“Mari sudahi mengutuk kegelapan, saatnya menyalakan lilin. Diaspora ke desa atau kecamatan. Dampingi masyarakat mendapat haknya. Jangan sampai CSR berkutat di lingkaran kecil saja,” ujar direktur Visi Nusantara.

Di tempat yang sama, direktur Bina Mulia Institute, Abdul Rosyid mengucapkan terima kasih atas kehadiran narasumber dan organisasi lintas sektor. Ini awal yang baik untuk selanjutnya ditindaklanjuti bersama.

“CSR tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang. Ia harus menjangkau seluruh warga Tangerang. Terlebih yang paling terdampak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Peringati HLH 2026, IKPP Tangerang Tanam 10.000 Mangrove Langka di Pesisir Pantai Utara
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Impor Ilegal Bernilai Rp 27 Miliar di Bojong Nangka Tangerang
Oknum Wartawan Diduga Bekingi Tempat Usaha Biliar Tak Berizin di Teluknaga
Dugaan Pungli di Desa Kiara Payung Tangerang: KPM Diminta Rp 20 Ribu Saat Ambil Bansos
Ketua DPC Demokrat Tangerang Bela Kadernya Soal Tudingan Korupsi Pokir dan Dana Hibah
Pemkab Tangerang Perbaiki 29 KM Jalan Strategis, Ekonomi Warga Diprediksi Naik
Pagelaran Seni Akbar Tahun 2026 Santri Pondok Pesantren Daar El-Huda Berlangsung Meriah
Dari Masjid untuk Umat: UPZ Al-Ikhlas Tangerang Tunjukkan Kekuatan Zakat Transparan
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:48 WIB

Peringati HLH 2026, IKPP Tangerang Tanam 10.000 Mangrove Langka di Pesisir Pantai Utara

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:14 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Impor Ilegal Bernilai Rp 27 Miliar di Bojong Nangka Tangerang

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:24 WIB

Oknum Wartawan Diduga Bekingi Tempat Usaha Biliar Tak Berizin di Teluknaga

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:00 WIB

Dugaan Pungli di Desa Kiara Payung Tangerang: KPM Diminta Rp 20 Ribu Saat Ambil Bansos

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:53 WIB

Ketua DPC Demokrat Tangerang Bela Kadernya Soal Tudingan Korupsi Pokir dan Dana Hibah

Berita Terbaru

Banten

Maryono Serukan Budaya Siaga Bencana Lewat Keltana 

Jumat, 26 Jun 2026 - 12:52 WIB

Tangerang

Pemkot Tangerang Segel TPS Ilegal di Benda, Ini Alasannya

Jumat, 26 Jun 2026 - 10:22 WIB