Terus Disakiti, Tokoh Maluku Minta Keihlasan Presiden

Terus Disakiti, Tokoh Maluku Minta Keihlasan Presiden

- Author

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAKNARASI.ID, AMBON – Tokoh Maluku dan juga mantan Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU, Abdul Hamid Rahayaan, melontarkan pernyataan keras dan penuh kekecewaan terhadap arah kepemimpinan bangsa di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, wajah kepemimpinan nasional semakin kabur karena orang-orang berintegritas justru disingkirkan, sementara para koruptor dan penjahat dibiarkan bebas menguasai negara.

“Komjen Martinus Hukom, mantan Kepala BNN, sosok berintegritas, disingkirkan. Sementara para koruptor malah berkuasa. Maka wajar kalau gejolak sosial dan politik terjadi di mana-mana,” tegas Rahayaan kepada media di Jakarta, Senin (1/09).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, jika Presiden Prabowo tidak segera membersihkan pemerintahan dari para perusak bangsa, maka janji-janji besar yang pernah disampaikan kepada rakyat hanya akan menjadi utopia. Lebih parah lagi, warisan yang ditinggalkan justru berupa catatan kelam bagi bangsa Indonesia.

Rahayaan menyoroti perlakuan negara terhadap Maluku yang disebutnya tidak adil. Padahal Maluku adalah salah satu dari delapan provinsi yang ikut melahirkan Republik Indonesia.

Namun hingga kini, Maluku masih terjebak dalam kemiskinan struktural akibat dianaktirikan dalam berbagai kebijakan politik maupun ekonomi.

“Kesepakatan para pendiri bangsa adalah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Tetapi yang kami rasakan, Maluku hanya dijadikan penanggung utang luar negeri tanpa pernah menikmati hasil pembangunan,” ujar Rahayaan.

Baca Juga :  Pisahkan Prabowo dan Jokowi, Pengamat Politik “Tidak Akan Berhasil”

Ia menyebut, janji pembangunan dari rezim ke rezim hanya meninggalkan luka: mulai dari program Lumbung Ikan Nasional yang digadang-gadang Presiden SBY, hingga rencana Ambon New Port di era Presiden Jokowi—semuanya tak pernah diwujudkan.

Rahayaan juga menyoroti fenomena diskriminasi terhadap putra-putri terbaik Maluku. Menurutnya, mereka yang memiliki integritas kerap difitnah dan disingkirkan, hanya agar panggung kekuasaan tetap dikuasai oleh para penjahat dan koruptor.

“Yang sangat miris, anak-anak Maluku yang bersih dan berintegritas difitnah agar tersingkir. Sementara yang menguasai negara ini justru mereka yang merampok uang rakyat,” kritiknya tajam.

Dalam pernyataan yang mengguncang, Rahayaan mengingatkan Presiden Prabowo agar tidak main-main dengan hati rakyat Maluku.

“Jika memang negara ini sudah tidak butuh orang Maluku, maka lepaskanlah kami dengan ikhlas. Biarkan kami mengatur diri kami sendiri daripada terus disakiti. Setiap hari kami hanya dipertontonkan perampokan uang negara triliunan rupiah, sementara rakyat Maluku hidup dalam kemiskinan,” tegasnya.

Pernyataan Abdul Hamid Rahayaan ini adalah alarm keras bagi pemerintahan Prabowo. Ia menuntut agar Presiden benar-benar menghadirkan keadilan, memberantas korupsi, dan membuktikan komitmen pada pemerataan pembangunan. Jika tidak, katanya, sejarah hanya akan mencatat Prabowo sebagai presiden yang gagal memenuhi janji dan meninggalkan luka mendalam di Maluku. (hud).

Berita Terkait

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur
Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini
Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola
13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif
Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Dewan Pembina JMSI Banten Encop Sopia Raih Gelar Doktor Ilmu Politik UI
10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di RS Polri Belum Teridentifikasi, Polisi Fasilitasi Pengecekan oleh Keluarga
Pernah Tersandung Kasus Penyebaran Berita Bohong, Berikut Profil Menteri LH Jumhur Hidayat
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dari Kampus ke Dunia: Kemendag Kuatkan Wirausaha Muda Ekspor via Campuspreneur

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Bahas Sekolah Rakyat di KPK, Mensos Gus Ipul Ajukan Usulan Ini

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:31 WIB

Jelang Piala Dunia 2026 Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:25 WIB

13 Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Mendapat Penanganan Intensif

Rabu, 29 April 2026 - 14:42 WIB

Korban Tewas Terus Bertambah, PMJ Usut Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Berita Terbaru

Opini

Fenomena Flexing: Harga Diri Diukur dari Barang Mewah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi dan Sabu di Jakarta Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIB