Waspadai Wartawan Abal-Abal, PWI Jember Himbau Narasumber Berhak Tanya ID Card Media dan Dewan Pers

Waspadai Wartawan Abal-Abal, PWI Jember Himbau Narasumber Berhak Tanya ID Card Media dan Dewan Pers

- Author

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Pelatihan Jurnalis yang diadakan PWI Kabupaten Jember (Foto: PWI Jember)

Kegiatan Pelatihan Jurnalis yang diadakan PWI Kabupaten Jember (Foto: PWI Jember)

JEJAKNARASI.ID JEMBER – Maraknya oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan namun tidak memiliki kompetensi dan legalitas resmi kini menjadi perhatian serius Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember.

Dalam pelatihan jurnalistik yang digelar di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember, pada Kamis(08/2025). PWI Jember mengingatkan para Humas sekolah untuk lebih jeli dan waspada.

Ketua PWI Jember, Sugeng Prayitno, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan kerap menjadi sasaran empuk para oknum wartawan abal-abal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka datang ke sekolah hanya bermodalkan kartu identitas pers, tanpa menunjukkan kompetensi atau asal-usul media yang jelas.

“Makanya kita perlu tahu cara membedakan mana wartawan yang kompeten dan mana yang hanya bermodalkan ID Card saja,” tegas Sugeng di hadapan puluhan peserta pelatihan yang terdiri dari Humas SMA/SMK dan SLB se-Jember.

Menurutnya, banyak sekolah menjadi korban karena tidak memahami bagaimana mengenali wartawan yang profesional.

Oknum wartawan abal-abal sering memanfaatkan situasi, datang tiba-tiba, dan menebar ancaman terselubung demi keuntungan pribadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua PWI Jember yang juga jurnalis detik.com, Yakub Mulyono.

Dia mengungkapkan bahwa identifikasi terhadap wartawan profesional sebetulnya bisa dilakukan secara sederhana namun akurat.

“Humas atau narasumber berhak meminta wartawan untuk menunjukkan dua ID Card, yakni dari perusahaan dan Dewan Pers,” tegas Yakub.

Yakub mengatakan, dua kartu identitas itu menjadi indikator dasar. Wartawan profesional biasanya sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan terdaftar di Dewan Pers.

Baca Juga :  JMSI Goes To School: Latih Siswa MAN 1 Jadi Jurnalis Muda

Jika ada wartawan yang mengaku telah lulus UKW, Humas bisa langsung mengeceknya di situs resmi dewanpers.or.id.

“Kalau ngaku sudah lulus UKW tapi namanya tidak ada di website Dewan Pers, berarti patut dipertanyakan,” kata Yakub, menegaskan perlunya verifikasi agar institusi tidak dirugikan.

Yakub bahkan mengkritik sikap sebagian oknum wartawan yang terkesan menakut-nakuti narasumber.

Dia menyebut hal itu sebagai bentuk pelanggaran etik yang tak bisa ditoleransi.

Wartawan seharusnya menjunjung tinggi etika, bukan menjadikan status kewartawanan sebagai alat tekanan.

“Wartawan yang kompeten akan menunjukkan dua ID Card itu tanpa menunggu narasumber memintanya,” ujarnya.

Fenomena ini menimbulkan keresahan tersendiri di kalangan lembaga pendidikan di Kabupaten Jember.

Mereka merasa terintimidasi dan tidak punya pegangan untuk menolak kehadiran wartawan yang mencurigakan.

Melalui pelatihan ini, PWI Jember ingin memperkuat kapasitas Humas sekolah dalam menghadapi fenomena tersebut.

Tidak hanya dilatih teknik jurnalistik dan komunikasi publik, para peserta juga dibekali cara mendeteksi potensi penyalahgunaan identitas pers.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber lain seperti Ahmad Winarno, dosen FTIK UIN KHAS Jember dan mantan jurnalis kompas.com, serta Hamka Agung Balya dari Antara TV.

Mereka memberikan materi tentang teknik penulisan, etika wawancara, hingga pembuatan video jurnalistik yang menarik.

Namun, fokus utama peserta justru tertuju pada pembahasan tentang wartawan gadungan yang kian marak dan menjadi ancaman bagi kredibilitas lembaga pendidikan.**

Berita Terkait

Pemkab Malang Perkuat Kolaborasi dengan AEPW, Pengelolaan Sampah Jangkau 6.000 RT
Menyelami Warisan Peranakan Tionghoa Lewat Local Culture and Interfaith Expo BINUS Malang
Telkom AI Center Malang: Adopsi AI Dimulai dari Kebutuhan Bisnis, Bukan Sekadar Ikut Tren
Profil Amithya Ratnanggani, Ketua DPRD Malang dari PDIP yang Berani Stop Program MBG
DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan Program MBG, Anggaran Diusulkan Ke Infrastruktur
Komisi B DPRD Sidoarjo Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang soal Tarif Retribusi Pasar
Opini WTP Tak Redam Sorotan DPRD Terhadap Silpa Rp 126 Miliar Pemkot Batu
Polemik Pasar Kepuhkiriman Sidoarjo: DPRD Desak Penegasan Status Hukum & Perlindungan Pedagang
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Pemkab Malang Perkuat Kolaborasi dengan AEPW, Pengelolaan Sampah Jangkau 6.000 RT

Rabu, 30 September 2026 - 13:53 WIB

Menyelami Warisan Peranakan Tionghoa Lewat Local Culture and Interfaith Expo BINUS Malang

Rabu, 30 September 2026 - 02:11 WIB

Telkom AI Center Malang: Adopsi AI Dimulai dari Kebutuhan Bisnis, Bukan Sekadar Ikut Tren

Senin, 7 September 2026 - 12:08 WIB

Profil Amithya Ratnanggani, Ketua DPRD Malang dari PDIP yang Berani Stop Program MBG

Minggu, 6 September 2026 - 21:09 WIB

DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan Program MBG, Anggaran Diusulkan Ke Infrastruktur

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:28 WIB