MALANG, JEJAKNARASI.ID – Di tengah pergeseran cara kerja di era digital, penguatan kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci kesiapan bisnis menghadapi perubahan. Menjawab kebutuhan tersebut, Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI Academy menghadirkan pembelajaran daring bertajuk AI Upskilling Productivity for Business & SME yang membahas penerapan AI dalam workflow bisnis. Sesi ini diikuti lebih dari 35 peserta dari berbagai kota di Indonesia.
Sesi dibuka oleh M. Ziaelfikar Albaba, Business and Community Lead (BCL) Telkom AI Center Malang sekaligus CEO Nortis AI Academy. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memandang adopsi AI dari perspektif kebutuhan bisnis, alih-alih sekadar mengikuti tren atau dorongan fear of missing out (FOMO). Peserta diajak memetakan proses kerja serta tujuan yang ingin dicapai, sehingga AI dapat diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan.
“Adopsi AI sebaiknya dimulai dari kebutuhan dan proses kerja yang ingin dioptimalkan. Dengan begitu, penggunaan AI tidak sekadar mengikuti tren, melainkan benar-benar memberikan dampak terukur bagi bisnis,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembelajaran dilanjutkan oleh Rachmat Anggara, Founder & CEO Qasir.id, melalui sesi “AI Workflow & Task Analysis”.
Anggara membagikan pengalaman Qasir.id dalam menerapkan AI untuk mendukung operasional perusahaan, termasuk pemanfaatan AI Agent Open Claw sebagai salah satu tools dalam workflow perusahaan. Pengalaman tersebut memberi peserta gambaran nyata bagaimana AI dapat diterapkan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam operasional bisnis.
Anggara juga menguraikan langkah-langkah penting sebelum perusahaan mulai mengimplementasikan AI. Langkah awal yang ia sarankan adalah mengidentifikasi divisi, kebutuhan pekerjaan, serta tujuan yang ingin dicapai sebagai dasar menentukan bagian workflow yang berpotensi dioptimalkan. Setelah workflow dirancang, implementasi perlu dijalankan secara konsisten dan disertai proses testing untuk memastikan sistem berjalan sesuai kebutuhan.
Sepanjang sesi, diskusi berlangsung interaktif. Ragam pertanyaan bermunculan, mulai dari penerapan AI Agent untuk mendukung pekerjaan karyawan hingga strategi mengoptimalkan penggunaan token agar pemanfaatan AI tetap efisien. Hal ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya tertarik memahami teknologi secara umum, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek implementasi dan efisiensinya di lingkungan kerja. Salah satu peserta bahkan menyampaikan apresiasi karena materi yang disajikan bersifat mendalam dan mampu menjawab keraguan yang sebelumnya muncul dalam proses mempertimbangkan adopsi AI untuk bisnis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Telkom AI Center Malang memperluas akses pembelajaran serta memperkuat kapabilitas digital melalui pemanfaatan teknologi AI. Program AI Upskilling Productivity for Business & SME diselenggarakan dalam kerangka AI Opportunity Funding: Asia Pacific inisiatif AVPN yang didukung oleh Google.org dan Asian Development Bank (ADB).





















