MEDAN, JEJAKNARASI.ID – AIESEC in Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Incoming Preparation Seminar (IPS) untuk membekali volunteer internasional sebelum terlibat dalam proyek pendidikan bersama pemuda lokal di Medan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan program Incoming Global Volunteer yang mengusung semangat kolaborasi pemuda dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas.
Pembekalan tersebut bertujuan membantu para volunteer memahami lingkungan setempat, mengenali peran dan tanggung jawab selama proyek berlangsung, serta mengetahui langkah yang perlu dilakukan dalam situasi darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persiapan ini dinilai penting agar para peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalankan kegiatan sosial secara aman, terarah, serta efektif.
Keterlibatan volunteer dari berbagai negara membuka kesempatan bagi pemuda Medan untuk memperluas wawasan melalui interaksi lintas budaya. Para pemuda lokal yang berperan sebagai EP Buddy mendampingi peserta pertukaran selama menjalankan proyek.
Kolaborasi ini menjadi ruang bagi kedua pihak untuk bertukar perspektif, mengembangkan keterampilan komunikasi, dan belajar menyelesaikan persoalan bersama dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Sementara itu, para volunteer internasional memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat Medan secara langsung, termasuk memahami lingkungan dan kebutuhan komunitas tempat mereka berkegiatan.
AIESEC in USU menyelenggarakan IPS secara bertahap di tempat akomodasi masing-masing Exchange Participant (EP). Penjadwalan tersebut disesuaikan dengan ketersediaan waktu peserta selama berada di Medan.
Dalam setiap sesi, peserta didampingi EP Buddy dan panitia proyek EduVenture AIESEC in USU. Pendampingan ini diharapkan membantu para volunteer memperoleh informasi yang dibutuhkan sekaligus memudahkan proses adaptasi pada hari-hari awal kedatangan.
Sejumlah peserta yang mengikuti pembekalan tersebut antara lain Neelesha, Sneha, Falisha, Bivash, dan Avision.
Selain pembekalan awal, para peserta mengikuti sesi capacity building dan alignment meeting bersama pihak penyedia kesempatan proyek atau Opportunity Providing Taker.
Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai tujuan proyek, ekspektasi, serta alur kerja yang perlu dipahami sebelum para volunteer terlibat dalam kegiatan pendidikan bersama komunitas lokal.
Melalui rangkaian persiapan ini, AIESEC in USU mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih terarah antara volunteer internasional dan pemuda Medan.
Program tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung peran generasi muda dalam kegiatan sosial yang sejalan dengan SDGs, terutama peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Masyarakat, khususnya kalangan pemuda yang tertarik mengikuti program kepemudaan dan kegiatan sosial internasional, dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui akun Instagram AIESEC in USU, @youthleaders.usu.
























