Sejarah Buruk Di akhir Masa Pemerintahan Jokowi, Indonesia Alami Deflasi 5 Bulan Berturut-turut Pasca Reformasi

Sejarah Buruk Di akhir Masa Pemerintahan Jokowi, Indonesia Alami Deflasi 5 Bulan Berturut-turut Pasca Reformasi

- Author

Rabu, 2 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Berita tidak mengenakan terjadi di akhir masa Pemerintahan Presiden Jokowi.

 

Pertama dalam sejarah, Indonesia alami Deflasi 5 bulan berturut-turut, pasca krisis tahun 98.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami Deflasi selama lima bulan berturut-turut. Pada September 2024, Indonesia kembali mengalami deflasi mencapai 0,12 persen secara bulanan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,03 persen.

 

PLT Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi persnya, Selasa (01/10/2024), mengatakan Deflasi September 2024 lebih dalam daripada bulan sebelumnya. Serta merupakan Deflasi kelima pada 2024 secara bulanan.

Baca Juga :  Pesan Anies Untuk Anak Abah "Di Cek Dulu Jangan Terburu-buru Pilih Cagub

 

Deflasi selama lima bulan berturut-turut ini menjadi yang pertama pasca-Krisis 98. Amalia mengungkapkan, Deflasi September 2024 ini, menjadi yang terparah di dalam 5 tahun terakhir kepemimpinan Jokowi.

 

BPS mencatat, kelompok penyumbang deflasi bulanan terbesar di September adalah makanan minuman dan tembakau. Angkanya sebesar 0,59 persen. Produk-produk itu memberikan kontribusi deflasi sebesar 0,17 persen.

 

Amalia mengungkapkan, turunnya harga pangan menjadi faktor utama penyebab terjadinya deflasi beruntun tahun ini.

Berita Terkait

Terbukti Tawarkan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Pinjol, Satgas PASTI Bekukan Kegiatan Malahayati Consultant
Harga Terbaru LPG Non Subsidi April 2026, Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan
Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar
OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya
Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium
Sempat Ditunda, KPPU Kembali Gelar Sidang Pemeriksaan Operator Seluler Jepang NTT DOCOMO Minggu Depan.
Bertemu Menteri Desa dan PDT, Ketua KPPU Siap Dukung dan Kawal Penguatan Kopdes Merah Putih
Sempat Tertunda, KPPU Kembali Sidangkan Perkara Dugaan Pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:42 WIB

Terbukti Tawarkan Skema Gali Lubang Tutup Lubang Pinjol, Satgas PASTI Bekukan Kegiatan Malahayati Consultant

Kamis, 23 April 2026 - 19:24 WIB

Harga Terbaru LPG Non Subsidi April 2026, Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan

Selasa, 21 April 2026 - 17:33 WIB

Ide Bisnis UMKM Modal Sedikit Tapi Bisa Untung Besar

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:19 WIB

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:49 WIB

Luncurkan Bundling Flagship Bersama Xiaomi, XL SMART Hadirkan Jaringan Digital Premium

Berita Terbaru

Fajariah, Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalsel. (Foto: Istimewa)

Opini

Sunyi dalam Pernikahan

Senin, 4 Mei 2026 - 09:53 WIB