Mulai Panas, Pramono dan Ridwan Kamil Saling Senggol Soal “Bangun Jakarta Seperti Dubai”

- Penulis

Kamis, 19 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Geliat pertarugan kandidat pada Pilkada Jakarta mulai memanas.

Dua calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Ridwan Kamil mulai saling senggol terkait wacana “Bangun Jakarta Seperti Dubai”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ridwan Kamil dan Pramono masing-masing miliki pandangan berbeda soal wacana tersebut.

Redaksi Jejak Narasi merangkum pandangan masing-masing calon Gubernur Jakarta antara Pramono Anung dan Ridwan Kamil terkait wacana membangun Jakarta seperti Dubai.

Pramono Ingin mulai kerjakan dari hal yang kecil

Pramono sebenarnya tidak ingin menjanjikan hal yang muluk-muluk untuk warga Jakarta, seperti membangun Jakarta seperti Dubai. Pramono ingin fokus dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu, jika terpilih menjadi Gubernur Jakarta.

Menurut Pramono, persoalan di Jakarta yang diutamakan menyangkut hajat hidup masyarakat Jakarta, persoalan tersebut tidak boleh di anggap remeh. Seperti penuntasan banjir, pengurangan angka pengangguran, masalah polusi, KJP plus, dan masalah lainnya yang sedang di rasakan warga Jakarta.

Baca Juga :  Viral Guru Honorer Di Sukabumi Jadi Pemulung Usai Mengajar, Komisi X DPR : Kesejahteraan Guru Jadi PR Besar

Kang Emil Anggap Dubai Kota Futuristik

Menanggapi pernyataan Pramono, Calon Gubernur Jakarta yang di usung oleh koalisi besar KIM Plus menilai, Dubai sudah menjadi gambaran kota masa depan di dunia.

“Ya kalau sekarang konotasi futuristik itu di dunia, ya memang refleksinya ke Dubai” ucap RK.

Kang Emil menilai saat ini upaya membangun Giant Sea Wall sebagai penghalang banjir air laut dirasakan warga wilayah Jakarta Utara. Kang Emil meminta pemaknaan Jakarta seperti Dubai itu dilihat sebagai gambaran kota masa depan.

“Jadi bukan tidak menyederhanakan kalimatnya, poinnya adalah tujuan pembangunan giant sea wall itu adalah pro rakyat kecil. Untuk supaya tidak terjadi banjir karena bentuknya jadi kawasan futuristik, itu saja,” sebut RK.

Berita Terkait

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik
Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial
MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut
Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh
DPR Desak Hapus Pajak Ganda, Legislator : Sistem Pajak Harus Lebih Adil
Diskusi Bersama Pakar dan Jurnalis Senior, Presiden Prabowo Beberkan Alasan Gabung BoP
Kompolnas Apresiasi Peran Polda Metro Jaya Terkait Kasus Penyiraman Air Keras
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati Puji Langkah Cepat TNI-Polri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:29 WIB

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:07 WIB

Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial

Senin, 23 Maret 2026 - 00:26 WIB

MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:48 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian Dampingi Presiden Kunker dan Rayakan Idulfitri di Tamiang Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:34 WIB

DPR Desak Hapus Pajak Ganda, Legislator : Sistem Pajak Harus Lebih Adil

Berita Terbaru

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank

Ekonomi & Bisnis

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya

Jumat, 27 Mar 2026 - 13:19 WIB