Susu Ikan Jadi Alternatif Pengganti Susu Sapi Dalam Program Ambisius Prabowo, Makan Siang Gratis

Susu Ikan Jadi Alternatif Pengganti Susu Sapi Dalam Program Ambisius Prabowo, Makan Siang Gratis

- Author

Senin, 9 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Pemerintah sedang mengkaji untuk penyediaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi pada program ambisius Prabowo, Program Makan Siang Gratis / Program Makan Bergizi dan Susu Gratis.

Alasannya, stock susu sapi di Indonesia tidak mencukupi untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi dan Susu Gratis yang akan menyasar 82,9juta oran, yang meliputi Anak Sekolah dan Ibu Hamil.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, kebutuhan susu di Indonesia saat ini mencapati 4,3 juta ton pertahun, dan kontribusi susu dalam negeri untuk kebutuhan susu di Indonesia baru sebesar 22,7%, sisanya masih butuh impor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Sis Apik Wijayanto menyebut bahwa pengadaan susu dari peternakan sapi terintegrasi alias mega farm butuh waktu dua sampai tiga tahun. Susu ikan pun tengah dikaji buat makan siang gratis Prabowo Gibran.

ID FOOD diketahui tengah mengkaji alternatif selain produk susu sapi karena butuh waktu kurang lebih tiga tahun.

Pengadaan tersebut diketahui akan dimaksimalkan dulu ke peternak lokal, namun jika tidak mungkin maka akan cari produk alternatif pengganti susu sapi yakni susu ikan.

Baca Juga :  Dosen Ilmu Politik Ini Sebut Paslon Pilgub Jakarta Terlalu Banyak Menampilkan Gimmick Tapi Masih Minim Gagasan

“Tapi jika tidak mungkin ada produk alternatif yang bisa dilakukan sebagai pengganti susu sapi misal dari ikan ada,” imbuhnya.

Sebenarnya apa itu susu ikan? Apakah ikan menghasilkan susu? Berikut penjelasannya :

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) ternyata pernah merilis produk susu ikan sebagai upaya tingkatkan hilirisasi produk perikanan. 

Terkuak bahwa produk yang satu ini memiliki bahan baku ikan diproses dengan teknologi modern sampai hasilkan Hidrolisat Protein Ikan (HPI) sebagai bahan baku Susu Ikan.

Produk yang satu ini adalah inovasi yang digabungkan antara manfaat protein ikan buat kesehatan dengan diversifikasi produk olahan.

Sehingga, susu ikan ini dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dan sejalan dengan program prioritas KKP.

KKP sendiri meningkatkan konsumsi ikan dengan kenalkan berbagai ragam diversifikasi produk kepada seluruh masyarakat Indonesia agar generasi penerus bangsa terhindar dari stunting. 

Susu ikan yang satu ini diklaim punya banyak keunggulan, mengandung EPA DHA dan Omega 3 yang tinggi, bebas alergen.

Berita Terkait

Pemerintah Luncurkan 8 Pilar Transformasi Budaya Kerja Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik Global
Pemkot Jakpus Raih Tiga Besar Kota Pangan Aman Nasional 2025
6 Alasan Pegawai PPPK Bisa Diberhentikan Menurut Kepala BKN
Seleksi CPNS 2026 Lebih Ketat, Berikut 9 Kategori yang Tidak Boleh Mendaftar
OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya
Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik
Insiden Hama Tikus di Hotel Bintang Lima Picu Kritik Luas di Media Sosial
MAKI Kritik Keras KPK Soal Pengalihan Status Tahanan Gus Yaqut
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 18:23 WIB

Pemerintah Luncurkan 8 Pilar Transformasi Budaya Kerja Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik Global

Rabu, 1 April 2026 - 13:14 WIB

6 Alasan Pegawai PPPK Bisa Diberhentikan Menurut Kepala BKN

Minggu, 29 Maret 2026 - 00:00 WIB

Seleksi CPNS 2026 Lebih Ketat, Berikut 9 Kategori yang Tidak Boleh Mendaftar

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:19 WIB

OJK Batalkan Izin MP3E Neo Bank, Ini Konsekuensinya

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:29 WIB

Dirut Jasa Marga: Pengendalian Lalu Lintas Berjalan Efektif, Masyarakat Diminta Atur Waktu Balik

Berita Terbaru