SBY Mengaku Masih Banyak Kekurangan Saat Memimpin, Tapi Tak Pernah Menciderai Konstitusi. Sentil Jokowi ?

SBY Mengaku Masih Banyak Kekurangan Saat Memimpin, Tapi Tak Pernah Menciderai Konstitusi. Sentil Jokowi ?

- Author

Jumat, 11 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Pertemuan Jokowi dan SBY di Istana Negara

Foto Pertemuan Jokowi dan SBY di Istana Negara

JAKARTA. Mantan Presiden Indonesia Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menceritakan masa lalunya saat memimpin Indonesia pada tahun 2004 – 2014. SBY mengaku saat memimpin masih banyak kekurangan yang ia lakukan, tetapi ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah menciderai konstitusi.

 

Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan pada acara peluncuran buku “Perjalanan dan Capaian Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009)” di JCC Jakarta (10/10/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“I Have to Said, jadi menurut saya itu great achievement. Tentu banyak kekurangan kita, ada kelemahan kita, ada beberapa hal yang tidak bisa kita lakukan, tetapi kita tidak selingkuh, kepada sistem, kepada konstitusi, kepada hal-hal yang patut dipedomani dalam kehidupan bernegara”, ucap SBY.

Baca Juga :  PKB Buka Suara Terkait Penggeledahan Dan Penyitaan Uang Di Rumah Kaka Kandung Cak Imin Oleh KPK

 

Pernytaan tersebut langsung menuai berbagai komentar. Karenanya, lewat pernyataan tersebut, SBY dinilai sebenarnya tengah menyindir Presiden Jokowi yang sebentar lagi akan lengser.

 

Menurut pengamat politik Ujang Komarudin “Dalam konteks tertentu apakah SBY menyindir Jokowi, bisa menyindir bisa juga tidak. Kelihatannya bisa saja menyindir karena menyerempet, menyelingkuhi konsitusi. kita kan sama-sama tahu, publik juga sudah pada tahu”. Kata Ujang di Jakarta (11/10/2024).

Berita Terkait

Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kompensasi Korban MBG dan Tuntut Pemulihan Total
Prabowo Perintahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda
BNN Dorong Pengawasan Ketat Produk Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya
Pagu Aspirasi Dewan atau Usulan Forum Musrenbang, Mana Lebih Prioritas?
Anies Pertanyakan Batas Jumlah Korban Keracunan MBG Agar Pemerintah Mau Evaluasi Total
Anies Baswedan Kritik Keracunan MBG, Desak Pemerintah Evaluasi Total
MKKE BPK Perkuat Integritas dan Penegakan Kode Etik Demi Jaga Kepercayaan Publik
Karier Cemerlang Pak Bray: Dari Pemburu Bandar Narkoba ke Divpropam Polri
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:50 WIB

Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kompensasi Korban MBG dan Tuntut Pemulihan Total

Kamis, 10 September 2026 - 22:44 WIB

Prabowo Perintahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 22:38 WIB

BNN Dorong Pengawasan Ketat Produk Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya

Rabu, 9 September 2026 - 21:18 WIB

Anies Pertanyakan Batas Jumlah Korban Keracunan MBG Agar Pemerintah Mau Evaluasi Total

Selasa, 8 September 2026 - 17:20 WIB

Anies Baswedan Kritik Keracunan MBG, Desak Pemerintah Evaluasi Total

Berita Terbaru