TANGSEL, JEJAKNARASI.ID – Lonjakan harga daging ayam dan daging sapi di Pasar Ciputat mulai memicu dampak serius terhadap daya beli masyarakat. Sejumlah pedagang melaporkan terjadinya penurunan volume belanja dari konsumen, bahkan sebagian pelanggan memilih membatalkan pembelian akibat harga yang dinilai terlalu tinggi.
Menurut keterangan Nuri, salah satu pedagang ayam di Pasar Ciputat, tren kenaikan harga ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir. Momentum kenaikan harga tersebut tercatat bersamaan dengan dimulainya kembali tahun ajaran baru sekolah.
Secara rinci, komoditas ayam filet mengalami kenaikan signifikan dari harga semula Rp48.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, untuk ayam utuh (ekoran) ukuran satu kilogram, harganya melonjak dari Rp35.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Naiknya sudah sekitar satu bulan, semenjak anak sekolah mulai masuk,” ujar Nuri saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026). Ia menambahkan bahwa situasi ini memaksa konsumen mengurangi kuantitas belanja, bahkan tidak sedikit yang mengurungkan niat membeli daging ayam sama sekali.
Kondisi serupa juga dikeluhkan oleh Aceng, pedagang lain di pasar tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa banyak pelanggan yang mengurungkan niat berbelanja akibat terdampak lonjakan harga komoditas hewani ini.
“Pelanggan pada kabur, jadi nggak belanja,” keluh Aceng.
Merespons situasi ini, para pedagang berharap adanya intervensi langsung dari pemerintah melalui kebijakan yang tepat guna menstabilkan kembali harga pangan di pasar.
“Pengennya sih pemerintah hadir, supaya harganya kembali normal,” tutup Aceng.
































