Pastikan Pengemudi Angkutan Lebaran Sehat, Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3

Pastikan Pengemudi Angkutan Lebaran Sehat, Menaker Yassierli Tinjau Posko Peduli K3

- Author

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, saat meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman di Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta Timur. (Foto: Humas Kemenaker)

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, saat meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman di Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta Timur. (Foto: Humas Kemenaker)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Guna memastikan pengemudi dan kernet yang membawa masyarakat mudik berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap bekerja, sehingga perjalanan Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meninjau Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman di Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta Timur pada Senin (16/3/2026) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut,Yassierli  menekankan  kondisi fisik pengemudi sangat menentukan tingkat kewaspadaan saat berkendara. Terutama ketika beban kerja meningkat pada periode mudik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini merupakan program terbaru dari Kemnaker dan ini sangat penting. Kita tau pada masa mudik beban kerja pengemudi cukup berat. Dengan adanya pengujian K3 bagi awak angkutan ini, kami mengharapkan pengemudi yang berada dalam kondisi fit akan lebih waspada dalam menjalankan tugasnya,” kata Yassierli dikutip Selasa (17/3/2026)

Yassierli menambahkan, penurunan kewaspadaan juga dapat terdeteksi melalui aplikasi yang dikembangkan tim, sehingga kecukupan waktu istirahat sebelum mengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan. 

Dalam peninjauan tersebut, Menaker menemukan masih ada pengemudi yang waktu istirahatnya belum optimal.

“Tadi saya lihat ada pengemudi yang akan membawa bus tetapi baru beristirahat sekitar dua jam. Ada juga yang tekanan darahnya cukup tinggi. Pemeriksaan ini dapat menjadi masukan bagi pengemudi dan perusahaan angkutan. Jika istirahatnya kurang, maka harus diminta beristirahat terlebih dahulu atau diganti dengan pengemudi cadangan,” kata Yassierli.

Baca Juga :  Kolaborasi TNI-Polri dan Manajemen Citra Raya Hadirkan Pos Terpadu Mudik Lebaran di Tiga Titik

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah ingin memastikan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini berjalan aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat dengan memastikan para pengemudi berada dalam kondisi sehat dan cukup beristirahat. 

“Kita harus pastikan pengemudi memiliki kesehatan yang prima serta istirahat yang cukup. Jangan sampai pengemudi dipaksakan bekerja saat kondisi tubuh tidak fit, karena keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah yang utama,” jelasnya.

Sementara itu,salah seorang pengemudi bus, Saktiawan (43), mengaku sangat mendukung penyelenggaraan Posko Peduli K3 Mudik Aman.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, karena pemeriksaan seperti ini sangat membantu memastikan awak angkutan yang melayani masyarakat benar-benar berada dalam kondisi siap bertugas.

“Sebaiknya sering diadakan. Ini sangat bermanfaat. Kami sebagai pengemudi yang melayani masyarakat, khususnya bus umum yang membawa banyak penumpang, wajib dalam kondisi sehat agar bisa memberikan keselamatan bagi masyarakat,” ujar Saktiawan.

Sebagai informasi, kegiatan pemeriksaan awak angkutan ini dilaksanakan di enam titik wilayah pemantauan mudik, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, 

Perhimpunan Ergonomi Indonesia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan para pengemudi mulai dari pemeriksaan kesehatan, wawancara, hingga pengujian berbasis komputer untuk mengukur kesiapan kerja, termasuk waktu reaksi.**

Berita Terkait

JMSI Dukung HPN 2027 di Lampung, Digelar April Bersama Porwanas
Binus Business School Pertahankan Posisi 1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027
Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Hari Tani Nasional 24 September
PAM Jaya Bawa Prestasi Pengelolaan Air Bersih Ke Forum Internasional PBB di New York
PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi, Cek Beberapa Lokasinya
Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur
GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar
Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:32 WIB

JMSI Dukung HPN 2027 di Lampung, Digelar April Bersama Porwanas

Kamis, 24 September 2026 - 12:07 WIB

Binus Business School Pertahankan Posisi 1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027

Rabu, 23 September 2026 - 18:14 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Hari Tani Nasional 24 September

Rabu, 23 September 2026 - 13:43 WIB

PAM Jaya Bawa Prestasi Pengelolaan Air Bersih Ke Forum Internasional PBB di New York

Senin, 21 September 2026 - 06:07 WIB

PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi, Cek Beberapa Lokasinya

Berita Terbaru