GMNI Jaksel Bawa 4 Tuntutan Ke Prabowo di HUT Ke 80 TNI

GMNI Jaksel Bawa 4 Tuntutan Ke Prabowo di HUT Ke 80 TNI

- Author

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GMNI Jakarta Selatan, Dendy Se (Foto: Istimewa)

Ketua GMNI Jakarta Selatan, Dendy Se (Foto: Istimewa)

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Pada momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto, segera mengembalikan jati diri TNI sebagai kekuatan pertahanan yang profesional dan tunduk pada supremasi sipil sebagaimana amanat reformasi, Minggu (5/10/2025).

Menurut GMNI Jaksel, peringatan HUT ke-80 TNI seharusnya menjadi refleksi nasional atas perjalanan reformasi militer, bukan ajang glorifikasi kekuatan bersenjata di tengah kemunduran demokrasi.

Dalam praktik pemerintahan hari ini, semakin tampak kembalinya Dwi Fungsi TNI gaya baru bahkan Multifungsi melalui penempatan perwira aktif di jabatan sipil, keterlibatan dalam program ekonomi rakyat, hingga perluasan struktur komando teritorial yang berlebihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

4 Tuntutan GMNI Jaksel Ke Prabowo

Atas dasar itu, GMNI Jaksel menyampaikan empat tuntutan utama kepada Presiden Prabowo sebagai Panglima Tertinggi TNI:

1. Kembalikan TNI ke Barak dan Tegakkan Supremasi Sipil

TNI harus sepenuhnya kembali pada tugas pokoknya di bidang pertahanan negara dan tidak lagi mencampuri urusan sipil.

  • Hentikan Dwi Fungsi TNI Gaya Baru: GMNI Jaksel menolak keras penempatan perwira aktif maupun purnawirawan dalam jabatan sipil, BUMN, atau lembaga non-pertahanan. Praktik semacam ini mengingkari semangat reformasi dan berpotensi mengancam demokrasi sipil.
  • Tegakkan Akuntabilitas dan Peradilan Terbuka: Anggota TNI yang terlibat tindak pidana umum harus diadili secara terbuka di peradilan umum, bukan di pengadilan militer tertutup. Transparansi merupakan syarat utama reformasi militer sejati dalam menghentikan impunitas.

2. Hentikan Bisnis Militer dan Keterlibatan dalam Program “Model Bisnis Gaya Baru (MBG)” 

GMNI Jaksel menilai keterlibatan TNI dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara satir disebut sebagai Model Bisnis Gaya Baru menunjukkan bentuk intervensi militer dalam urusan sipil yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan profesionalitas pertahanan.

  • Alihkan Pengelolaan Program ke Profesional Sipil: Program ketahanan dan gizi nasional harus dikelola oleh ahli gizi, tenaga kesehatan, petani, dan pemerintah sipil, bukan oleh struktur militer.
  • Hentikan Pola Bisnis Militer: GMNI Jaksel menolak segala bentuk pelibatan TNI dalam proyek-proyek ekonomi rakyat, baik atas nama koperasi, pangan, maupun program sosial seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Food Estate, Koperasi Merah Putih, penyaluran bantuan sosial, dan berbagai program lain yang tidak sejalan dengan fungsi utama TNI. Fokus TNI adalah menjaga kedaulatan negara, bukan menjalankan bisnis yang berkaitan dengan pangan, koperasi ataupun sektor lainya.
  • Hapus Komando Teritorial yang Tidak Relevan dengan Ancaman Pertahanan Modern. GMNI Jaksel menegaskan bahwa keberadaan Komando Teritorial (Kodam, Korem, Kodim, hingga Koramil) yang masif justru memperkuat kontrol militer terhadap kehidupan sipil di daerah dan menghambat demokratisasi.
  • Restrukturisasi TNI Berdasarkan Ancaman Nyata: Sistem komando teritorial sudah tidak relevan dalam konteks ancaman global modern yang bersifat siber dan non-konvensional.
  • Alihkan Anggaran untuk Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit: Daripada membangun struktur komando baru, negara seharusnya memprioritaskan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan peningkatan kesejahteraan prajurit di garis depan.
Baca Juga :  HUT RI ke 80, PLN: Semangat Kemerdekaan Harus Sejalan dengan Keselamatan Listrik

4. Hentikan Represifitas terhadap Pejuang Agraria dan Demokrasi

GMNI Jaksel mengecam tindakan represif aparat terhadap petani, buruh, mahasiswa, dan aktivis yang memperjuangkan hak atas tanah dan demokrasi.

Kekerasan, kriminalisasi, dan intimidasi yang melibatkan unsur militer maupun aparat keamanan dalam konflik agraria serta aksi-aksi rakyat menunjukkan belum tuntasnya agenda reformasi sektor pertahanan dan keamanan.

  • Hentikan Kriminalisasi dan Kekerasan terhadap Rakyat: Negara harus menjamin perlindungan terhadap pejuang hak agraria dan demokrasi yang memperjuangkan keadilan sosial.
  • Tegakkan Supremasi Hukum dan HAM: Presiden Prabowo harus memastikan seluruh aparat keamanan tunduk pada prinsip hukum dan hak asasi manusia, bukan pada kepentingan kekuasaan atau korporasi.

Ketua GMNI Jaksel, Dendy, menegaskan bahwa TNI harus dikembalikan pada marwahnya sebagai kekuatan pertahanan rakyat yang profesional dan tunduk pada konstitusi, bukan instrumen politik atau ekonomi kekuasaan.

“Delapan puluh tahun usia TNI harus menjadi momentum untuk menegakkan kembali reformasi militer sejati,” ujarnya.

Presiden Prabowo, kata Dendy, sebagai Panglima Tertinggi, memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menghentikan praktik bisnis militer, menghapus komando teritorial yang menjadi warisan Orde Baru, serta menghentikan represifitas terhadap pejuang agraria dan demokrasi.

“Rakyat menuntut TNI kembali ke barak, tunduk pada hukum, dan menyerahkan urusan pangan serta ekonomi rakyat kepada profesional sipil dan petani,” tegas Dendy. **

Berita Terkait

Jakarta Rocktober 2026 Sukses Digelar PWI Jaya, Kesit Apresiasi Kreativitas Wartawan
Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Pengunjung
Ketamin 1,16 Ton Berlayar dari Johor, Sekjen GMNI Jakarta Sampaikan Kritik Untuk Malaysia
Sekda GMNI Jakarta Apresiasi Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Karhutla
GMNI Jakarta Desak Gibran Tunjukan Ijazah, Gus Fakhier Ingatkan Pentingnya Stabilitas Politik
BRI BO Pluit Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin Buka UKW ke-66 PWI Jaya, Tekankan Akurasi Berita
Pengelolaan Air Jakarta Jadi Sorotan di Forum PBB, Arief Nasrudin Bawa Pengalaman PAM Jaya
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Jakarta Rocktober 2026 Sukses Digelar PWI Jaya, Kesit Apresiasi Kreativitas Wartawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Pengunjung

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Ketamin 1,16 Ton Berlayar dari Johor, Sekjen GMNI Jakarta Sampaikan Kritik Untuk Malaysia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Sekda GMNI Jakarta Apresiasi Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GMNI Jakarta Desak Gibran Tunjukan Ijazah, Gus Fakhier Ingatkan Pentingnya Stabilitas Politik

Berita Terbaru