Cegah Stunting, Pemkot Jakpus Gelar Sosialisasi dan Coaching Clinic P3S

Cegah Stunting, Pemkot Jakpus Gelar Sosialisasi dan Coaching Clinic P3S

- Author

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat membuka sosialisasi dan coaching clinic P3S (Foto : Kominfotik Pemkot Jakpus)

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin saat membuka sosialisasi dan coaching clinic P3S (Foto : Kominfotik Pemkot Jakpus)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin membuka sosialisasi dan coaching clinic pelaksanaan aksi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S). 

Sosialisasi dan coaching clinic digelar secara tatap muka dan zoom meeting yang diikuti perwakilan dari delapan kelurahan dan kecamatan se-Jakarta Pusat, di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (15/7/2025). 

Arifin mengatakan, penurunan prevalensi stunting merupakan salah satu arah strategis pembangunan nasional sebagaimana yang tercantum di dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta sejalan dengan dengan Rancangan akhir RPJMD DKI Jakarta 2025-2029. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, lanjutnya, prevalensi stunting menjadi salah satu indikator kinerja utama Pemprov DKI dalam mengendalikan kualitas tumbuh kembang anak. 

Menurut Arifin, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat juga memprioritaskan pencegahan dan percepatan penurunan stunting diupayakan melalui berbagai intervensi program yang dilaksanakan secara konvergen, lintas sektor, dan berbasis data. 

Serta Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.5.7/1685/Bangka tanggal 17 Maret 2025 yang menandai adanya transformasi dalam juknis aksi konvergensi. 

“Transformasi ini membawa pendekatan yang lebih strategis, terarah, efektif dan efisien dengan fokus pada enam kelompok sasaran utama dan 31 indikator intervensi yang wajib terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah,” katanya. 

Baca Juga :  Gelar Aksi Ketiga, Aliansi Mahasiswa Jakarta Serahkan Bukti Dugaan Korupsi KDMP Rp 112 Triliun ke Kejagung

Arifin menjelaskan, kelompok sasaran intervensi meliputi ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi usia 0-23 bulan dan balita 24-59 bulan, remaja putri dan calon pengantin, rumah tangga serta masyarakat. 

“Kami menyambut baik langkah Kemendagri dalam melakukan penyempurnaan pendekatan aksi konvergensi. Jika sebelumnya dikenal sebagai delapan aksi konvergensi, kini transformasi menitikberatkan pada penguatan peran kecamatan dan kelurahan, peningkatan kapasitas SDM serta pemanfaatan teknologi informasi berbasis transformasi digital,” jelasnya. 

Ia berharap, pemangku kepentingan di Jakarta Pusat memahami secara menyeluruh substansi perubahan juknis aksi konvergensi, sekaligus memperkuat sinergi antar sektor dalam pelaksanaannya.

“Pengembangan aplikasi sistem informasi web aksi Bangda Kemendagri juga dapat menjadi lebih user friendly dan adaptif dibandingkan versi sebelumnya. Serta digunakan secara optimal dalam proses pemantauan dan evaluasi berbasis data untuk mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Jakpus,” paparnya. 

Wali kota juga mengajak peserta sosialisasi terutama penanggung jawab input data di tingkat kecamatan dan tim TPPS Kota Jakpus untuk memanfaatkan forum ini dengan sebaik baiknya. 

“Pastikan proses penginputan dilakukan secara benar, tepat waktu dan sesuai juknis karena hal ini akan menentukan kualitas pengambilan kebijakan kita ke depan serta penilaian kinerja stunting berikutnya,” pungkas Arifin. **

Berita Terkait

Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur
GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar
Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
DPD GMNI DKI Jakarta Kecam Penjemputan Paksa Kader Tanpa Transparansi, Desak Polda Metro Jaya Segera Bebaskan Juan Moses
GMNI DKI Jakarta Dukung Penuh Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU
Sekretaris GMNI Jakarta Sebut Buku Baru Bahlil Jangan Jadi Alat Merendahkan Tokoh Lain: Cak Imin Tak Perlu Diajari Soal Gagasan dan Karya
Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, Sekda GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing
Wasekjen DPP AMPI Leriadi: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi dan Tidak Memiliki Legitimasi
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:35 WIB

Guru dan Wartawan Jadi Kambing Hitam Keracunan MBG, PWI Jakpus Desak Kepala BGN Mundur

Selasa, 15 September 2026 - 16:58 WIB

GMNI Jakarta Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Terkait Suap HGB Ratusan Miliar

Minggu, 6 September 2026 - 17:05 WIB

Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:03 WIB

DPD GMNI DKI Jakarta Kecam Penjemputan Paksa Kader Tanpa Transparansi, Desak Polda Metro Jaya Segera Bebaskan Juan Moses

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:43 WIB

GMNI DKI Jakarta Dukung Penuh Gus Salam sebagai Ketua Umum PBNU

Berita Terbaru

Lifestyle

5 Oleh-oleh Favorite dari Jakarta yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:37 WIB

Kesehatan

Vaksin Meningitis Jadi Syarat Umrah, Kapan Waktu yang Tepat?

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:12 WIB