Soal Dugaan Pelanggaran IUP Nikel di Raja Ampat, Begini Kata Kejagung

Soal Dugaan Pelanggaran IUP Nikel di Raja Ampat, Begini Kata Kejagung

- Author

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar (Foto :  Hukum Id)

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar (Foto : Hukum Id)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA- Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar mengatakan bahwa pihaknya baru bisa mengusut dugaan pelanggaran dalam penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) nikel di kawasan Raja Ampat jika ada laporan dari masyarakat. 

“Kalau ada laporan pengaduan (baru bisa diusut),” kata Harli, Selasa (10/6/2025).

Harli menjelaskan bahwa laporan itu akan menjadi pintu masuk penyidik untuk melakukan penelitian dan pengecekan terhadap dugaan pelanggaran tersebut. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, disampaikan ke aparat penegak hukum (kalau ada dugaan). Aparat penegak hukum mana saja. Supaya ada bahan, ada dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penelitian, pengecekan, sebenarnya apa yang terjadi di sana. Itu sebagai pintu masuk yang bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah telah resmi mencabut empat izin usaha tambang yang ada di kawasan Raja Ampat.

Baca Juga :  Pemerintah Bakal Hapus Intesif dan Pangkas Jumlah Komisaris di BUMN

Prasetyo mengatakan bahwa keputusan pencabutan izin tambang tersebut diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada Senin (9/6/2025).

“Kemarin Bapak Presiden memimpin rapat terbatas salah satunya membahas tentang izin usaha pertambangan di kabupaten Raja Ampat ini,” kata Prasetyo, Selasa (10/6/2025).

Dalam rapat terbatas tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa Presiden Prabowo memutuskan untuk mencabut izin usaha pertambangan (IUP) milik 4 perusahaan yang ada di kawasan Raja Ampat. 

“Dan atas petunjuk Bapak Presiden, beliau memutuskan bahwa pemerintah akan mencabut izin usaha pertambangan untuk 4 perusahaan di Kabupaten Raja Ampat,” ujarnya.

Berikut daftar nama empat perusahaan tersebut:

  1. PT Kawei Sejahtera Mining berlokasi di Pulau Kawe.
  2. PT Mulia Raymond Perkasa berlokasi di Pulau Batang Pele dan Pulau Manyaifun. 
  3. PT Anugerah Surya Pertama berlokasi di Pulau Manuran
  4. PT Nurham berlokasi di Pulau Yesner Waigeo Timur.**

Berita Terkait

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Hari Ini 5 November 2026, Cek Antam, UBS dan Galeri24

Kamis, 5 Nov 2026 - 01:08 WIB