Menu

Mode Gelap

Politik

Tak Terima Jokowi Masuk Nominasi Pemimpin Terkorup Di Dunia, PSI “OCCRP Barisan Sakit Hati”

badge-check


					Tak Terima Jokowi Masuk Nominasi Pemimpin Terkorup Di Dunia, PSI “OCCRP Barisan Sakit Hati” Perbesar

JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, publikasi yang di tampilkan oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menjadikan mantan presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam daftar nominasi pemimpin terkorup di dunia menggambarkan suara barisan sakit hati.

PSI menilai barisan sakit hati yang memobilisasi suara saat OCCRP membuka ke publik terkait nominasi Corrupt Person of The Year pada 5 Desember lalu.

“Itu suara barisan sakit hati, mereka yang belum bisa move on dari kekalahan pada pilpres. Ada jejak digital OCCRP membuka ke publik untuk menominasikan Corrupt Person of The Year sampai 5 Desember lalu, jadi ada polling. Nah, barisan sakit hati itu yang memobilisasi suara,” ucap Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman, Selasa (31/12/2024).

Andy mengatakan, secara metodologis, publikasi OCCRP tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Ini jelas berbeda dengan survei ilmiah dengan pengambilan sampelnya yang sangat cermat untuk menghindari bias,” tegasnya.

Ia menegaskan, Jokowi tidak pernah memperkaya diri sendiri atau orang lain secara tidak sah. Terkait hal tersebut, Andy menilai, rilis OCCRP tidak berdasar sama sekali.

PSI juga meminta OCCRP mencermati tingkat kepercayaan rakyat yang sangat tinggi kepada Jokowi sampai akhir masa jabatan.

“Kalau Pak Jokowi korupsi, rakyat pasti tahu dan tingkat kepercayaan anjlok. Rakyat melihat dari dekat kerja Pak Jokowi, tidak ada korupsi,” ucap Andy.

Sebelumnya, Jokowi memberikan tanggapan tegas terkait namanya yang masuk daftar finalis pemimpin paling korup di dunia versi OCCRP. Jokowi menantang pihak-pihak yang menuduh untuk membuktikan tuduhan tersebut.

“Tokoh korup apa, hahaha. Sing dikorup apa ya dibuktikan apa,” ucap Jokowi saat ditemui di kediamannya, Selasa (31/12/2024).

Jokowi mengaku belum mendengar kabar tersebut dan mempertanyakan kriteria yang digunakan oleh OCCRP sehingga dirinya masuk dalam daftar tersebut.

“Ya apa, ya apa, budaya apa, apalagi?” ungkapnya.

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.
Lainnya

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet

9 Februari 2026 - 21:47 WIB

Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago

3 Februari 2026 - 22:15 WIB

Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin

29 Januari 2026 - 22:02 WIB

Trending di Politik