MEDAN, JEJAKNARASI.ID – AIESEC in Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Capacity Building 1 sebagai bagian dari program AIESEC Future Leaders (AFL) Winter Peak pada 3 Oktober 2026. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kemampuan komunikasi lintas budaya, adaptasi, dan fasilitasi untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi lingkungan global.
Mengusung tema “Beyond Language: Connecting Across Cultures”, kegiatan tersebut mengajak peserta memahami bahwa komunikasi efektif tidak hanya bergantung pada penguasaan bahasa. Kemampuan membaca situasi, memahami perbedaan budaya, serta membangun hubungan dengan orang lain juga menjadi bagian penting dalam interaksi lintas negara.
Dalam kegiatan ini, AIESEC in USU menghadirkan Shangdieva Djoen, seorang analis interkultural dengan gelar magister di bidang Komunikasi Antarbudaya. Ia berbagi pengalaman mengenai strategi menghadapi hambatan bahasa, mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum, serta menyesuaikan metode fasilitasi dengan karakteristik audiens yang beragam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkuat Komunikasi dan Adaptasi Lintas Budaya
Materi yang diberikan mencakup komunikasi nonverbal melalui ekspresi wajah, gestur, bahasa tubuh, dan isyarat visual. Keterampilan tersebut dinilai relevan untuk membantu peserta menyampaikan pesan ketika berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya berbeda.
Peserta juga mempelajari pendekatan 5-minute rapport building, yakni upaya membangun kedekatan dan kepercayaan sejak awal interaksi. Kemampuan ini dapat mendukung terciptanya suasana yang nyaman, interaktif, dan mendorong keterlibatan audiens dalam kegiatan sosial maupun edukasi.
Selain itu, sesi ini membahas persiapan menghadapi wawancara untuk berbagai peluang internasional. Melalui materi global opportunity interviewing, peserta diarahkan untuk menyampaikan pengalaman organisasi, motivasi kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi secara terstruktur dan relevan.
Peserta Praktikkan Materi melalui Kegiatan Interaktif
Untuk mendukung penerapan materi, peserta mengikuti sejumlah aktivitas praktis. Mereka diarahkan menyusun Selection Interview Pitch, merancang Non-Verbal Facilitation Strategy, serta mengembangkan Audience Engagement & Ice Breaking Playbook.
Ketiga tugas tersebut dirancang untuk membantu peserta mengasah keterampilan menyampaikan gagasan, membangun interaksi, dan melibatkan audiens dalam berbagai kegiatan yang berorientasi internasional.
Team Leader of Program Development of EwA, Nazla Rizki Siregar, mengatakan komunikasi lintas budaya merupakan salah satu keterampilan yang perlu dipersiapkan generasi muda untuk memanfaatkan peluang di tingkat global.
“Melalui CB1 ini, kami mencoba merancang pembelajaran yang tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga memberi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan cara membangun koneksi, melibatkan audiens, dan menyampaikan ide dengan lebih efektif,” ujar Nazla.
Ia berharap keterampilan yang dipelajari dapat diterapkan peserta dalam proses seleksi peluang internasional maupun ketika terlibat dalam proyek yang mempertemukan mereka dengan orang-orang dari latar belakang berbeda.
Lima Proyek Sosial Jadi Konteks Pembelajaran
Materi komunikasi dan fasilitasi juga dikaitkan dengan lima proyek sosial, yaitu Green Leaders, Global Classroom, Happy Bus, On The Map, dan Aquatica. Melalui pengenalan proyek tersebut, peserta diajak memahami penerapan strategi ice breaking dan keterlibatan audiens dalam kegiatan bersama masyarakat yang beragam.
Local Committee Vice President of EwA, Santa Agnesia Munthe, berharap sesi pertama AIESEC Future Leaders Winter Peak 2026 dapat menjadi ruang bagi peserta untuk belajar dan bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan.
“Pemahaman yang kita bangun hari ini adalah bahwa kepemimpinan bukan soal titel, tapi soal seberapa berani kita mengambil tanggung jawab atas hal-hal kecil di sekitar kita,” kata Santa.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan keberanian mengambil tanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendorong anak muda untuk berkontribusi melalui berbagai peran.
Langkah Awal Mempersiapkan Pemimpin Muda
Melalui Capacity Building 1, AIESEC in USU berharap peserta semakin percaya diri dalam berkomunikasi, beradaptasi, dan membangun hubungan di lingkungan multikultural.
Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam rangkaian AIESEC Future Leaders sebelum peserta mengikuti sesi lanjutan yang berfokus pada pengembangan kemampuan teknis dan kesiapan menjalankan program.
Melalui pendekatan pembelajaran interaktif dan aplikatif, AIESEC in USU berupaya menyediakan ruang pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di tingkat global.
























