MALANG, JEJAKNARASI.ID – Kota Malang baru saja menorehkan catatan yang tak akan mudah dilupakan. Melalui pernyataan Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, kota pendidikan ini resmi menyatakan sepakat menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Posisi yang menjadikannya kota pertama, sekaligus pelopor, di Indonesia.
Keputusan ini lahir dari satu hal sederhana: “mendengarkan”. Aspirasi mahasiswa yang disampaikan ke DPRD diterima, dicerna, lalu dijawab dengan sikap yang tidak bertele-tele.
“Kami sepakat untuk menghentikan program MBG di Kota Malang,” ujar Amithya, dikutip dari lensaatjeh, Sabtu (05/09/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berapa lama, pernyataan itu menyebar dan menjadi bahan percakapan hangat di ruang publik. Bukan perkara sepele. MBG merupakan program nasional yang selama ini menyedot perhatian besar, dan langkah Malang ibarat membuka pintu diskusi baru di tengah masyarakat.
Dari berbagai komentar yang bermunculan, satu wacana paling menarik perhatian: alihkan anggaran MBG yang tercatat mencapai ratusan triliun rupiah ke pembangunan infrastruktur dasar.
Warga menilai, dana sebesar itu akan lebih terasa manfaatnya bila digunakan untuk membenahi jalan-jalan di perkampungan yang sampai hari ini masih rusak, berlubang, dan dinanti-nantikan perbaikannya.
Kini, semua mata tertuju pada langkah lanjut Kota Malang. Namun satu hal sudah terbukti: suara mahasiswa mampu menggeser keputusan di ruang rapat dan Malang baru saja menunjukkan caranya.
































