TANGSEL, JEJAKNARASI.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Deden Deni mengatakan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar. Seluruh tahapan melalui jalur domisili, prestasi, mutasi, dan afirmasi diselesaikan sesuai jadwal.
Namun, Deden menyebut, kapasitas SMP negeri di Tangsel belum mampu menampung seluruh lulusan SD. Dari sekitar 12.000–13.000 siswa setiap tahun, sekolah negeri hanya mampu menerima sekitar 9.000 orang.
“Kondisi ini menyebabkan ribuan siswa harus melanjutkan ke sekolah swasta,” kata Deden, Rabu (08/07/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Pemkot Tangsel menggandeng 94 sekolah swasta sebagai mitra. Sekitar 5.000 siswa yang tidak diterima di sekolah negeri akan diarahkan ke institusi tersebut dengan bantuan biaya pendidikan Rp1,8 juta per siswa per tahun.
Selain SPMB, Dindik Tangsel juga merealisasikan program seragam sekolah gratis. Bantuan ini diprioritaskan bagi siswa baru dari keluarga kurang mampu yang telah diverifikasi.
Deden menegaskan, Pemkot Tangsel berkomitmen untuk menambah sekolah negeri secara bertahap hingga 2030. Namun, pembangunan tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan sekolah swasta agar tercipta pemerataan layanan pendidikan.
Deden pun mengimbau agar masyarakat tidak khawatir apabila anaknya belum diterima di sekolah negeri. Dengan adanya bantuan pendidikan, orang tua dapat memilih sekolah swasta mitra yang lokasinya dekat dengan domisili.
“Pemkot Tangsel telah menyiapkan berbagai solusi agar seluruh anak di Kota Tangerang Selatan memperoleh pendidikan layak, baik di sekolah negeri maupun swasta mitra,” pungkas Deden. (/Git)


























