JEJAKNARASI.ID, JAKARTA – Perkembangan robotika kini merambah berbagai sektor, mulai dari keamanan dalam negeri hingga peperangan modern.
Di Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia mulai memperkenalkan robot tank sebagai modernisasi dari alat pendukung tugas. Sementara itu, Iran lebih dulu mengembangkan robot militer untuk keperluan tempur di medan perang.
Lalu, apa perbedaan dari keduanya, dan mana yang lebih unggul?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Robot Tank Polri: Fokus Keamanan dan Penyelamatan
Dikutip dari kompas.com, robot tank milik Polri diperkenalkan dalam rangka inovasi teknologi pada perayaan Hari Bhayangkara 2025. Robot ini merupakan bagian dari puluhan unit robot yang dirancang untuk membantu tugas kepolisian, seperti patroli hingga penanganan situasi berbahaya.
Fungsi utama robot tank Polri meliputi:
- Penjinakan bom (bomb disposal)
- Pemantauan area berbahaya
- Dukungan operasi penyelamatan (search and rescue)
- Mengurangi risiko bagi personel manusia
Robot ini tidak dirancang untuk menyerang, melainkan sebagai alat bantu operasional yang meningkatkan efisiensi dan keselamatan aparat. Bahkan, pengembangannya melibatkan perusahaan teknologi lokal sebagai bagian dari upaya kemandirian teknologi.
Robot Perang Iran Dirancang Untuk Tempur
Dikutip dari suara.com, berbeda dengan Polri, Iran mengembangkan robot dalam konteks militer. Salah satu contoh yang sering disorot adalah drone tempur seperti Shahed-136, yang berfungsi sebagai senjata serang.
Karakteristik robot militer Iran:
- Digunakan untuk serangan langsung (offensive)
- Dapat beroperasi secara otonom atau semi-otonom
- Efektif dalam konflik bersenjata
- Biaya relatif murah namun berdampak besar
Robot-robot ini telah digunakan dalam berbagai konflik dan dikenal karena efektivitasnya meskipun dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan teknologi militer Barat. ***





















