Pemkot Tangerang Targetkan 13.230 Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan Lewat Program Pena Aksi

Pemkot Tangerang Targetkan 13.230 Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan Lewat Program Pena Aksi

- Author

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, JEJAKNARASI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meluncurkan program Pena Aksi Tangerang atau Penuntasan Anak Tidak Sekolah melalui Akselerasi Kolaborasi Pentahelix. Program ini disiapkan untuk menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS) yang tercatat mencapai 13.230 anak di Kota Tangerang.

Program tersebut diperkenalkan melalui soft launching yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman di Aula Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Rabu (28/10/2026).

Herman mengatakan, persoalan anak tidak sekolah masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Padahal, Pemkot Tangerang telah menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses pendidikan, di antaranya sekolah swasta gratis dan Tangerang Cerdas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, masih adanya anak yang belum mengakses pendidikan menunjukkan perlunya penanganan yang lebih terarah dengan melibatkan berbagai pihak.

“Penyebab anak tidak sekolah ini beragam, mulai dari faktor ekonomi, administrasi kependudukan, kesehatan, keluarga, hingga lingkungan sosial. Oleh sebab itu, penanganannya memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak, tidak hanya oleh Dinas Pendidikan,” ujar Herman.

Ia menekankan lima hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pena Aksi, yakni memastikan akurasi data dan tindak lanjut, memperkuat peran camat dan lurah, melakukan intervensi sesuai kewenangan, mengoptimalkan program pemerintah yang sudah tersedia, serta menjalankan pemantauan secara berkelanjutan.

Herman berharap program tersebut dapat diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Tangerang dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kota Tangerang pada 2027.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menjelaskan dari total 13.230 data ATS yang tercatat, sekitar 7.244 data telah diverifikasi. Sementara itu, data lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menyebut mayoritas anak tidak sekolah berasal dari jenjang pendidikan menengah dan tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerang.

Wahyudi menilai kondisi tersebut perlu ditelaah lebih lanjut, mengingat pemerintah telah menyediakan dukungan pembiayaan pendidikan melalui berbagai skema bantuan.

Baca Juga :  Buka Manasik Haji Kota Tangerang, Wali Kota Sachrudin Sampaikan Soal Dana Hibah dan Asrama Haji

“Padahal Dinas semua daerah mengintervensi sekolah dengan biaya non-personal hingga biaya personal lewat BOSDA dan BOSDA Inklusi, tapi kenapa masih menyisakan PR masyarakat yang tidak sekolah? Tentu ini menjadi hal yang menarik untuk kita cermati dan lakukan langkah konkret,” kata Wahyudi.

Karena itu, penanganan ATS tidak cukup hanya dengan menyediakan bantuan biaya pendidikan. Pemerintah juga perlu mengidentifikasi penyebab setiap anak tidak bersekolah agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Selain itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang sekaligus penggagas Pena Aksi, Dwiana Langlang Nugraha, mengatakan program tersebut berfokus pada tindak lanjut data anak tidak sekolah yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Data itu akan diverifikasi dan divalidasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Education Management Information System (EMIS), serta laporan dari unsur kewilayahan.

Setelah proses tersebut selesai, pemerintah akan menentukan bentuk intervensi berdasarkan kondisi masing-masing anak.

“Prinsipnya Pena Aksi ini untuk menindaklanjuti data yang kami terima bahwa masih terdapat anak tidak sekolah. Setelah diverifikasi, baru kita intervensi. Kalau terkendala ekonomi, kita bekerja sama dengan dunia usaha atau BAZNAS. Kalau masih memungkinkan kita dorong ke sekolah formal, atau jika tidak, kita arahkan ke satuan pendidikan kesetaraan (paket),” ujar Dwiana.

Melalui pendekatan pentahelix, Pena Aksi melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi anak yang belum mengakses pendidikan, memastikan penyebabnya, serta menghubungkan mereka dengan layanan pendidikan yang sesuai.

Pemkot Tangerang menargetkan program ini dapat menjadi salah satu upaya terukur untuk menekan jumlah anak tidak sekolah hingga mencapai zero ATS atau tidak ada lagi anak yang putus dari akses pendidikan.

Berita Terkait

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Camat Cipondoh Ajak Generasi Muda Berkontribusi Nyata
Disperkimtan Kota Tangerang Kelola 8 Kolam Oksidasi Untuk Jaga Lingkungan
TGC Tangerang Bawa Pulang 12 Medali dari Filipina
Pemkot Tangerang Bangun Trotoar Jalan Kisamaun, Lebarkan Jalur Pejalan Kaki Jadi 3 Meter
LSM KITA Banten Minta Pemkot Tangerang Transparan soal Penyerahan Aset PSU Modernland
Satpol PP Kota Tangerang Segel Perusahaan Pemecah Batu di Karawaci, Diduga Langgar Aturan PBG
Pemkot Tangerang Relokasi 200 PKL Jalan Kiasnawi ke Pasar Anyar Mulai 14 Oktober 2026
Walikota Tangerang Sachrudin Wisuda 405 Lansia Angkatan Kedua Tahun 2026
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Pemkot Tangerang Targetkan 13.230 Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan Lewat Program Pena Aksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Camat Cipondoh Ajak Generasi Muda Berkontribusi Nyata

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Disperkimtan Kota Tangerang Kelola 8 Kolam Oksidasi Untuk Jaga Lingkungan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:12 WIB

TGC Tangerang Bawa Pulang 12 Medali dari Filipina

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Pemkot Tangerang Bangun Trotoar Jalan Kisamaun, Lebarkan Jalur Pejalan Kaki Jadi 3 Meter

Berita Terbaru