KH Maman Immanulhaq : Selamatkan Anak Indonesia dari Kekerasan, Eksploitasi, dan Trauma

KH Maman Immanulhaq : Selamatkan Anak Indonesia dari Kekerasan, Eksploitasi, dan Trauma

- Author

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq, menyoroti meningkatnya berbagai persoalan anak di Indonesia.

Hal itu ia tegaskan saat menghadiri acara Tarhib Ramadhan di Pondok Pesantren Nurul Aulia, Citimun, Cimalaka, Sumedang, Minggu (15/2/2026).

Di hadapan para santri dan masyarakat, Kiai Maman mengaitkan momentum menyambut bulan suci dengan dua peristiwa memilukan: kasus bunuh diri bocah di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dan kasus pembunuhan ibu oleh putrinya di Medan, Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ramadhan seharusnya menghadirkan kasih sayang. Tapi kemarin sebelum kita masuk bulan suci, bangsa ini ditampar tragedi. Ada anak yang memilih mengakhiri hidupnya.  Ada relasi ibu dan anak yang runtuh oleh kekerasan batin. Ini bukan sekadar berita kriminal. Ini jeritan generasi kita,” tegasnya.

Menurutnya, peristiwa-peristiwa tersebut adalah alarm keras bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis perlindungan anak yang serius.

Anak-anak, kata Kiai Maman, tidak hanya menghadapi tekanan akademik dan sosial, tetapi juga kekerasan, perundungan, trauma, dan kehilangan ruang aman untuk bercerita.

“Jangan buru-buru menyalahkan anaknya. Kita harus berani bertanya: di mana negara? Di mana lingkungan? Di mana orang dewasa ketika mereka berteriak dalam diam?” ujarnya dengan nada tinggi.

Kiai Maman menegaskan, banyak persoalan anak berakar pada pola asuh keras atau abai, relasi kuasa yang timpang, serta budaya tutup mulut terhadap kekerasan.

Baca Juga :  Demi Wujudkan Lingkungan Bersih, Pemkot Tangsel Bedah 2400 Tangki Septik

“Kita sering menyebut itu ‘mendisiplinkan’. Padahal itu melukai. Pemukulan, hinaan, ancaman, itu bukan pendidikan. Itu kekerasan. Dan kekerasan melahirkan luka yang bisa berubah menjadi tragedi,” katanya.

Ia juga menyoroti anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Menurutnya, anak yang terlibat tawuran atau narkoba sering kali adalah korban lingkungan yang rusak. Jangan cap mereka sebagai sampah masyarakat. Mereka anak bangsa.

Mereka bukan musuh negara. Mereka generasi yang harus diselamatkan.

Kiai Maman mengingatkan bahwa pendekatan terhadap anak harus mengedepankan diversi dan keadilan restoratif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Selain itu, ia pun menyinggung ancaman eksploitasi seksual dan perdagangan anak yang semakin kompleks, termasuk melalui ruang digital.

“Anak-anak kita hidup di dunia yang tak sepenuhnya kita pahami. Kalau negara lambat, kalau orang tua abai, kalau sekolah tidak sigap, yang jadi korban adalah mereka,” ujarnya.

Di momentum Tarhib Ramadhan, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan bulan suci sebagai titik balik. Menurutnya Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus.

Ramadhan adalah revolusi kasih sayang. Kalau bangsa gagal melindungi anak hari ini, maka sama halnya sedang menghancurkan masa depan Indonesia dengan tangan sendiri.

“Selamatkan Anak Indonesia. Negara jangan diam. Hukum harus tegas. Keluarga harus hangat. Masyarakat harus peduli. Jangan tunggu tragedi berikutnya baru kita bergerak.”pungkasnnya.**

Berita Terkait

75 Dapur MBG di Kota Tangerang Kantongi Sertifikat Higiene, 15 Lainnya Masih Dibina
Dihuni Selama 40 Tahun, Rumah Peninggalan Kakek Berpindah Tangan karena Sengketa Utang
Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Kuliah untuk 1.000 Anak Miskin di ITB, Ini yang Perlu Diketahui
BPK Periksa Dinkes dan Dindikbud Tangsel, Soroti Dana Pendidikan Serta Kinerja Rumah Sakit
Alfamart dan Merries Gelar Posyandu Gratis di Tangerang, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak
Konsolidasi Pemuda Berdampak Menuju Deklarasi Wilayah Kabupaten Tangerang
Dana Pokmas Dikonfirmasi, Ketua Pokmas Panunggangan Barat Tangerang Diduga Ancam Jurnalis
32 Tahun CitraRaya, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:50 WIB

75 Dapur MBG di Kota Tangerang Kantongi Sertifikat Higiene, 15 Lainnya Masih Dibina

Selasa, 3 November 2026 - 16:20 WIB

Dihuni Selama 40 Tahun, Rumah Peninggalan Kakek Berpindah Tangan karena Sengketa Utang

Selasa, 3 November 2026 - 10:20 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Kuliah untuk 1.000 Anak Miskin di ITB, Ini yang Perlu Diketahui

Senin, 2 November 2026 - 23:19 WIB

BPK Periksa Dinkes dan Dindikbud Tangsel, Soroti Dana Pendidikan Serta Kinerja Rumah Sakit

Senin, 2 November 2026 - 14:23 WIB

Alfamart dan Merries Gelar Posyandu Gratis di Tangerang, Sasar Kesehatan Ibu dan Anak

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Hari Ini 5 November 2026, Cek Antam, UBS dan Galeri24

Kamis, 5 Nov 2026 - 01:08 WIB