Firman Soebagyo: BPIP Tak Semestinya Disetarakan dengan Kementerian

Firman Soebagyo: BPIP Tak Semestinya Disetarakan dengan Kementerian

- Author

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (foto : Ist)

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (foto : Ist)

JEJAKNARASI.ID.JAKARTA- Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Firman Soebagyo, menegaskan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak semestinya disetarakan dengan kementerian.

Menurutnya, penataan kelembagaan BPIP justru harus diarahkan pada penguatan, bukan penyetaraan struktural yang dapat mengaburkan fungsi ideologis lembaga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa ideologi negara membutuhkan institusi yang memiliki karakter khusus: kuat, independen, dan tidak terjebak dalam dinamika birokrasi kementerian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pancasila adalah dasar negara. Maka lembaga yang membinanya tidak boleh hanya diposisikan seperti kementerian biasa. BPIP harus punya kewenangan yang kuat dan ruang gerak yang luas agar bisa bekerja lintas sektor,” tegasnya, Minggu (16/11/2025).

Menurut Firman, BPIP mengemban fungsi fundamental yang tidak dimiliki lembaga lain. Di antaranya adalah memproduksi, memperkuat, dan mengarahkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, sekaligus memastikan agar nilai-nilai Pancasila tetap relevan dengan perkembangan sosial, teknologi, dan dinamika politik nasional.

Karena itu, ia menilai penyetaraan BPIP dengan kementerian justru dapat membatasi fleksibilitas dan independensi yang selama ini menjadi karakter dasar lembaga tersebut.

Lebih jauh, Firman menyoroti fungsi spesifik BPIP yang selama ini menjadi alasan mengapa lembaga tersebut harus diperkuat.

Pertama, BPIP bertugas mengembangkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tugas ini mencakup penyusunan program pembinaan ideologi, penyelarasan kebijakan publik dengan nilai-nilai Pancasila, hingga penanaman semangat kebangsaan melalui berbagai kanal edukasi.

Kedua, BPIP hadir sebagai pengarah dan pendidik ideologis bagi masyarakat. Melalui pembinaan, pendidikan, dan penyuluhan, BPIP memastikan pemahaman Pancasila tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi nilai hidup yang benar-benar diamalkan.

“Di titik ini, BPIP bukan sekadar birokrasi. Ia adalah penjaga api ideologi yang harus terus menyala,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini.

Ketiga, BPIP berfungsi sebagai lembaga pengawas dan evaluator implementasi Pancasila di berbagai institusi dan kebijakan nasional. Ia menekankan bahwa fungsi ini membutuhkan otoritas yang kuat dan tidak terikat oleh struktur kementerian yang lebih administratif.

Baca Juga :  Guna Sejahterakan Guru PAUDQU, KH Maman Imanulhaq Minta Menag Terbitkan Kepmen dan Bentuk Ditjen Pesantren

“Pengawasan ideologi harus dilakukan dengan standar yang tidak bisa disamakan dengan kementerian. Ini menyangkut hal yang prinsipil tentang arah bangsa,” tambahnya.

Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Politik Kadin Indonesia ini juga menanggapi kritik atas pandangannya.

Ia menolak anggapan bahwa ketidaksepakatannya adalah bentuk pelemahan BPIP. Justru sebaliknya, ia menilai bahwa penyetaraan dengan kementerian adalah langkah yang dapat melemahkan.
“Saya ingin BPIP diperkuat, bukan dibatasi. Kelembagaan yang kuat itu bukan soal disetarakan dengan kementerian, tetapi bagaimana BPIP punya independensi, otoritas, dan pengaruh yang lebih besar dalam membina ideologi negara,” jelas legislator asal Pati ini.

Ia menekankan bahwa penguatan BPIP harus dilakukan melalui pemberian kewenangan yang lebih jelas, dukungan anggaran yang memadai, serta mekanisme koordinasi lintas lembaga yang efektif.

BPIP, kata Firman, harus mampu memberikan arahan ideologis kepada seluruh kementerian dan lembaga, bukan sebaliknya.

Di sisi lain, Firman mengingatkan bahwa menjaga perjalanan ideologi negara bukan hanya tugas BPIP semata, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Namun keberadaan BPIP sebagai lembaga khusus tetap sangat penting.

“Kalau kita ingin Pancasila tetap menjadi nafas bangsa, lembaganya harus kokoh, independen, dan tidak tersandera struktur administratif yang kaku. Inilah alasan mengapa saya menolak penyetaraan BPIP dengan kementerian,” pungkasnya.

Dengan pandangan yang komprehensif tersebut, Firman berharap pemerintah dan DPR dapat menempatkan BPIP sesuai porsinya sebagai lembaga strategis yang memegang peranan penting dalam menjaga ideologi negara, sekaligus memastikan Pancasila tetap menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia di tengah perubahan zaman.**

Berita Terkait

Hasil Sidang Ijazah Jokowi 5 November 2026, Refly Harun dan Yakup Hasibuan Beda Pandangan
Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri
Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya
Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?
Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:34 WIB

Hasil Sidang Ijazah Jokowi 5 November 2026, Refly Harun dan Yakup Hasibuan Beda Pandangan

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Isu Makar Presiden Prabowo Kembali Disorot, Ini Faktanya

Selasa, 3 November 2026 - 18:22 WIB

Listyo Sigit Tak Terlihat di Istana Saat Isu Jenderal Polri Mencuat, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 22:54 WIB

Harga BBM Pertamina 3 November 2026 di Jabodetabek Pasca Penyesuaian Harga

Berita Terbaru