Legislator Soroti Pedagang soal Keluhan Penebusan Beras SPHP

Legislator Soroti Pedagang soal Keluhan Penebusan Beras SPHP

- Author

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beras Program SPHP. (foto : RRI)

Beras Program SPHP. (foto : RRI)

JEJAKNARASI.ID. JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti keluhan para pedagang yang merasa kerepotan dalam proses penebusan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).  

Ia menilai, hambatan yang muncul bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut regulasi dan sistem yang diberlakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Perum Bulog.

Dia juga menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan distribusi beras SPHP di lapangan tidak berjalan efektif. Pertama, sistem aplikasi Klik SPHP yang dikembangkan Bapanas dan Bulog memang dimaksudkan sebagai database pemantauan. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun dalam praktiknya, aplikasi ini dinilai kurang ramah pengguna, bahkan menyulitkan pedagang yang tidak terbiasa dengan teknologi digital.

Kedua, persyaratan penyaluran tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Misalnya, kewajiban menjual beras dalam kemasan retail 5 kilogram serta pembatasan wilayah tertentu. 

“Aturan-aturan seperti ini berpotensi menekan partisipasi pedagang, padahal semangat SPHP adalah menjaga keterjangkauan beras di pasar,” kata Firman, dalam keterangannya Senin (25/8/2025).

ketiga, proses registrasi sebagai mitra penyalur dinilai terlalu berbelit sehingga banyak pedagang kecil memilih mundur. Belum lagi soal keterbatasan akses terhadap aplikasi, yang membuat distribusi beras SPHP di beberapa daerah justru tersendat.

Menurut anggota Baleg ini, persoalan ini harus segera dijawab pemerintah dengan langkah konkret. Ia mengajukan sejumlah solusi, mulai dari merevisi aplikasi Klik SPHP agar lebih sederhana, menyederhanakan proses registrasi mitra penyalur, hingga memperluas akses bagi pedagang agar distribusi tidak terhambat.

Baca Juga :  Soal Bandara Ilegal PT IMIP, Herman Khaeron : Penindakan Hukum Tidak Boleh Ditawar

“Pedagang itu bukan ahli IT, mereka mencari nafkah dengan berdagang. Kalau sistem aplikasi justru menghambat, berarti ada yang salah dalam regulasi. Negara seharusnya hadir untuk mempermudah, bukan mempersulit rakyat,” tegas legislator asal Pati, Jawa Tengah ini.

Firman juga menekankan pentingnya perubahan regulasi agar lebih berpihak kepada masyarakat. Ia mengusulkan agar syarat penebusan beras bisa cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau bahkan barcode sederhana, tanpa harus melalui aplikasi yang kompleks.

“Kalau memang niat pemerintah benar-benar peduli pada rakyat, maka akses terhadap beras SPHP harus dipermudah. Jangan sampai kebijakan ini hanya bagus di atas kertas, tapi menyiksa pedagang di lapangan,” tegas politisi senior Partai Golkar itu.

Firman bahkan menyinggung era Presiden Soeharto ketika operasi pasar dilakukan dengan cara sederhana, namun efektif menjaga stabilitas harga dan pasokan. Menurutnya, distribusi beras SPHP seharusnya bisa belajar dari pengalaman masa lalu yang terbukti berhasil.

“Kalau aplikasi menghambat, regulasinya yang harus segera diperbaiki. Jangan sampai rakyat kehilangan akses terhadap beras murah hanya karena persoalan teknis yang sebenarnya bisa segera diselesaikan,” tandas legislator dapil Jateng III ini. **

Berita Terkait

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan
Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran
Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz
Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site
KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto
ASEAN Eng dan Masa Depan Ketenagakerjaan: Menguatkan Kompetensi, Produktivitas, dan Kesejahteraan
Kemnaker Gelar InaSkills 2026, Siapkan Talenta Indonesia ke Level Dunia
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan click tanda bintang.

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:02 WIB

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Mahfud MD Desak KPU dan Dit Dikdasmen Diperiksa Pasca MA Batalkan Suket Penyetaraan SMA Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Ikuti Sanggabiz

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Waskita Beton Precast Dorong Perempuan Berkarya di Konstruksi melalui Girls on Site

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:37 WIB

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

Senin, 2 Nov 2026 - 11:40 WIB

Ekonomi & Bisnis

Amryan Fajri, Mantri BRI yang Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu

Senin, 2 Nov 2026 - 11:31 WIB