Rocky Gerung : Penghematan Anggaran Jangan Buat Kekacauan dan Kemelaratan

- Redaksi

Sabtu, 15 Februari 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rock Gerung (Foto : 1st)

Rock Gerung (Foto : 1st)

JEJAKNARASI.ID – Kebijakan Pemerintah dalam efisiensi anggaran berdampak besar bagi menurunnya perekonomian nasional dan juga menyebabkan PHK besar-besaran semakin menuai sorotan.

Pengamat Politik Rocky Gerung menilai, kebijakan tersebut bisa saja memiliki dampak yang positif maupun negatif.

“Isunya adalah penghematan anggaran, konsekuensinya adalah pemotongan anggaran. Kebijakan publik punya impact, penghematan itu bisa menghasilkan kemulian bisa juga menyebabkan keterpurukan.” Ucap Bung Rocky sapaannya, dikutip dari laman Youtube pribadinya, Jumat (14/02/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan dosen Universitas Indonesia ini menilai, dampak terburuk dari penghematan tersebut tentunya menunjukan adanya suatu kemelaratan.

“Nah konsekuensi kemelaratan atau kekacauan orientasinya pada kemakmuran itu yang sekarang lagi dipersoalkan oleh banyak pihak, oleh para ekonom, oleh LSM. Jadi intinya, penghematan yang pada akhirnya menyebabkan kemunduran dalam kehidupan, itu bukan penghematan,” tegas Rocky.

Baca Juga :  Siap Melangkah! Gerakan Rakyat Gelar Rakernas Perdana dengan 600 Pengurus Se-Indonesia

Pengamat politik yang dinilai kritis ini mengungkapkan banyak sektor yang terdampak dari adanya pemangkasan anggaran, contohnya pendidikan.

“Pendidikan yang secara mandatori dipastikan untuk menghasilkan tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, kan gak boleh dipotong anggarannya,” jelasnya.

“Itu fondasi kenegaraan kita untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berpikir dan tidak melarat,” sambung Rocky.

bukan hanya itu, Rocky pun menyoroti sektor Hak Asasi Manusia (HAM), yang semestinya dalam perlindungan jangan sampai ada pemotongan anggaran.

“Kalau itu juga (HAM) dipotong, maka konsekuensinya melanggar konstitusi, yaitu tidak melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Kan anggaran HAM itu dimaksudkan untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia dari keadaan ekonomi, dari keadaan ketertinggalan di dalam akses untuk memperoleh keadilan,” ujarnya.

Berita Terkait

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi
Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi
Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029
Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet
Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago
Indonesia Gabung Board of Peace, Begini Tanggapan Pengamat Ujang Komarudin
Partai Baru Langsung Tentukan Capres, Pengamat: Politik Indonesia Masuk Era “Early Booking” Pilpres 2029
Tepis Isu Pilpres Oleh MPR, Ketua Komisi II DPR Tegaskan Tidak Ada Pembahasan Mengubah Domain UUD 1945
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari JEJAKNARASI.ID di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:01 WIB

Gelar Dialog Ulama, Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:19 WIB

Pertemuan Prabowo–Megawati Jelang Lebaran, Pengamat: Tak Sekadar Silaturahmi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Tawarkan Ambang Batas 7 Persen, Pengamat Nilai NasDem Tekan Peluang PSI di Pemilu 2029

Senin, 9 Februari 2026 - 21:47 WIB

Wacana Prabowo Dua Periode, Arifki Chaniago Sebut Berpotensi Menggeser Fokus Kerja Kabinet

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:15 WIB

Jokowi Turun Gunung untuk PSI, Begini Komentar Pengamat Politik Arifki Chaniago

Berita Terbaru

Mantan Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas saat kemabli ke rutan KPK. (Foto:: Ist)

Hukum & Kriminal

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK

Selasa, 24 Mar 2026 - 23:42 WIB